Header Ads

Meminang "Bidadari Cantik" di Pantai Ora

Fajar di Pantai Ora (KalderaNews/Johanes S)
MASOHI, KalderaNews.com - Ora Beach atau Pantai Ora terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Banyak traveler menyebut pantai ini sebagai paradise karena keindahan alamnya yang tiada duanya.

Tak mengherankan Pantai Ora disejajarkan dengan Pantai Boracay di Filipina, Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik, Pantai Lanikai Oahu di Hawaii atau Pulau Maladewa.

Setelah turun di Bandara Pattimura, Ambon, Provinsi Maluku, traveler bisa lansung menuju ke pelabuhan kapal cepat di Tulehu dengan menggunakan taksi plat hitam. Tak sampai satu jam, traveler bakal sampai ke sebuah pelabuhan dengan kapal putih bertuliskan "Express Cantika" di Tulehu.



Kapal Cepat "Express Cantika" (KalderaNews/Johanes S)
Deru kapal mengawali perjalanan kami menyeberang ke Amahai. Waktu tempuh Tulehu-Amahai sekitar dua jam dan selama itulah kami terombang-ambing di perairan laut Maluku hingga terliha dermaga Pelabuhan Amahai, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.

Sangat dianjurkan menginap dulu di Kota Masohi dan melanjutkan perjalanan ke Pantai Ora keesokan harinya dengan mobil carteran ke Pantai Ora untuk menyongsong fajar di Pantai Ora.

Memburu sensasi yang belum pernah banyak dikisahkan para traveler yaitu sunrise di Pantai Ora rasanya sangat menantang.



Masjid di Masohi, Maluku Tengah (KalderaNews/Johanes S)
Perjalanan dari Masohi ke Pantai Ora  sekitar satu jam dengan lika-liku jalanan dan berdiri di bibir pantai Desa Saleman yang masih sepi karena para penghuninya masih pulas tertidur.

Tak lama kemudian, yang dinanti-nantikan muncul juga, yaitu detik-detik menegangkan saat matahari terbit. Sungguh, pesona sunrise-nya tiada duanya. Ia muncul seperti bidadari cantik yang turun dari khayangan. Hati pun bergetar seperti hendak meminang si bidadari. Hanya rasa itu yang tersisa.

Warna eksotis keemasanya mampu memecah kebekuan Bukit Saleman yang kokoh berdiri sehingga menghasilkan pijar-pijar estetis yang memancar di langit dan di atas permukaan air laut serta menerawang kapal-kapal nelayan yang terapung di atasnya. Inilah surga kecil itu.



Resort-resort di Pantai Ora ini dibangun di atas laut dengan terumbu karang dan ikan beraneka warna menghiasi dasar laut (KalderaNews/Johanes S)
Dari Pelabuhan Transit Negeri Saleman ini, Pantai Ora, Pantai Belanda dan Tebing Hantu Pia harus dinikmati. Di Pantai Ora ini, coral reefs (terumbu karang) dan habitat lautnya masih alami. Tak mengherankan, jumlahnya banyak dan masih terawat dengan baik.

Resort-resort di sini berbentuk rumah panggung dengan material kayu. Resort-resort ini dibangun di atas laut dengan terumbu karang dan ikan beraneka warna menghiasi dasar laut. Tebing-tebing karst yang menjulang tinggi ke langit diselimuti rimbunnya pepohonan nan hijau menambah keasrian pantai ini.


Keluarga nelayan di Pantai Ora (KalderaNews/Johanes S)
Masjid kecil di pinggir Pantai Ora (KalderaNews/Johanes S)
Selain berjemur, mandi dan snorkling, pengunjung juga bisa menikmati destinasi-destinasi menarik lainnya di sekitar pantai ini yaitu Goa Hatusaka, Goa Lusiala, Goa Eniala, Puncak Gunung Roulessy, Puncak Gunung Keliaynanti, Burung Lusiala dan Panorama Tolun Moning. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Header Ads1

Header Ads1

Diberdayakan oleh Blogger.
Iklan Pop Pup taruh di sini