Header Ads

Data dan Informasi Hidrografi di Indonesia Masih Sangat Minim

Seminar Hidrografi Dunia. Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, SE, MAP membuka kegiatan Seminar Hari Hidrografi Dunia 2017 (KalderaNews/Pushidrosal)

JAKARTA, KalderaNews.com - Hari Hidrografi Dunia 2017 dimaknai Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dengan seminar nasional bertema “Mapping Our Seas, Oceans and Waterwasy – More Important Than Ever” dengan menghadirkan pembicara Vice. Adm. (ret.) Shin Tani (Gebco), Prof. Dr. Hasanudin Zainal Abidin dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Capt. Jamie. Mc. Michael-Phillips dari The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO).

Seminar mengambil topik yang mengupas permasalahan data dan informasi hidrografi yang ada di Indonesia. Hingga saat ini Indonesia masih terkendala dengan keterbatasan data dan informasi hidrografi mengingat belum semua wilayah perairan Indonesia terpetakan dengan baik.

Tujuan akhir seminar nasional ini yaitu memperoleh masukan para pakar dari berbagai pemangku kepentingan sebagai bahan dalam merumuskan kebijakan terkait dengan peran Pushidrosal dalam mendukung kebijakan pemerintah, menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan diharapkan dapat memberikan sumbang saran dalam proses pembangunan kelautan nasional yang berkesinambungan serta peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Seminar dibuka oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi, SE, MAP ini diikuti pejabat negara baik dari Kementerian/Lembaga atau Non Lembaga, organisasi keprofesian bidang maritim/kelautan, Perwira TNI AL baik yang berprofesi Hidros maupun non Hidros, praktisi survei dan pemetaan, akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang membuka program studi kelautan, pelayaran, perkapalan, geodesi dan geomatika serta penginderaan jauh, pengamat kemaritiman serta perusahaan vendor penyedia peralatan survei hidrografi dan pemetaan.

Pada seminar ini juga diresmikan Dewan Hidrografi Indonesia (DHI) beserta pengurus DHI oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, SE, MAP. DHI ini merupakan wadah komunitas Hidrografi Indonesia, yang beranggotakan unsur Pemerintah, Asosiasi Profesi Hidrografi, Akademisi dan Penggiat Hidrografi. Eksistensi Dewan Hidrografi Indonesia diharapkan dapat menyatukan visi tiap-tiap pemangku kepentingan, terutama pihak korporat pelaku survei laut, demi keamanan data dan kedaulatan survei Indonesia. Selain itu juga dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama antara Pushidrosal dengan LAPAN dan FPIK IPB, Peluncuran Buku Peta Alur Sungai Musi dan Pelabuhan Palembang, serta penyematan Brevet Surveyor Hidrografi Kehormatan bagi tokoh yang dianggap berperan dalam perkembangan dan kemajuan Pushidrosal. (FA)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.