Header Ads

Ini Pesan Dubes Mansyur pada 12 Pelajar Afrika Barat Penerima Beasiswa ke Indonesia

Working Lunch Dubes Mansyur Pangeran dengan para pelajar dari Afrika Barat (KalderaNews/KBRI Dakar)

DAKAR, KalderaNews.com - Sebanyak 12 pelajar dari Afrika Barat sukses menyabet beasiswa untuk studi ke Indonesia. Dari 12 penerima beasiswa, 5 diantaranya akan mengikuti program Beasiswa Darmasiswa yaitu pelajar dari Senegal, Gambia dan Pantai Gading. Sedangkan, untuk program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) berjumlah 7 pelajar, terdiri dar 4 pelajar dari Sierra Leone, 1 dari Gambia dan 2 dari Mali.

Duta Besar RI di Dakar Mansyur Pangeran berpesan pada para calon mahasiswa agar mempersiapkan semua hal yang diperlukan dan setibanya di Indonesia nanti agar dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka belajar, termasuk juga dengan makanan, sosial budaya dan adat istiadat setempat. Terpenting, terang Dubes Mansyur, para peserta harus selalu menaati aturan hukum setempat dan menjauhi dari tindakan-tindakan kriminalitas.


Dubes Mansyur juga mengatakan bahwa tujuan dari program kerjasama pendidikan ini adalah untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia bagi masing-masing negara. Diharapkan setelah selesai menuntut ilmu, para peserta dapat mengaplikasikan dan mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan dan masyarakat di negaranya.


Second Secretary Head of Information, Social and Cultural Affairs KBRI Dakar Dimas Prihadi pada KalderaNews menyampaikansalah satu peserta Beasiswa Darmasiswa dari Senegal bernama Mamadou Pouye mengaku girang akan berkesempatan belajar Bahasa Indonesia di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Ia pun mengakui bahwa ini merupakan kali pertama dirinya ke luar negeri. Ia sangat antusias untuk mempelajari bahasa dan mengenal lebih dekat budaya dan keramahan masyarakat Indonesia. Hal yang sama disampaikan oleh Modou Jonga, peserta KNB dari Gambia, ia berterima kasih atas bimbingan Dubes RI dan bantuan dari seluruh staf KBRI yang telah membantu proses keberangkatan dirinya ke Indonesia. Modou memilih program master dalam bidang Public Policy Management di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.


Menurut rencana, para pelajar dari Afrika Barat lainnya akan menempuh studi di universitas-universitas pilihan seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, President University, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Komputer Indonesia dan Politeknik Negeri Bali. (JS)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.