Header Ads

Mau Happy Beli Mobil Bekas? Hati-hati Ya, Perhatikan Tips Berikut Ini

Happy beli mobil bekas (Foto: Ist)
JAKARTA, KalderaNews.com -  Membeli mobil bekas itu gampang-gampang susah. Tak heran, tak sedikit dari kita yang kecewa setelah membelinya. Banyak dari kita yang boleh dikata tertipu. Nah, biar kita tidak menyesal dan kecewa dengan mobil bekas yang dibeli, berikut ini tips jitunya:

1. Jangan Tergiur Harga Murah
Banyak dari kita kalau sudah lihat dan tahu barang murah langsung tersihir begitu saja, termasuk untuk mobil. Harga yang sangat murah, tentu ada sesuatu yang tidak beres. Menurut survei, sebagian besar iklan di koran barangnya mengecewakan. 


2. Belilah di Tempat yang Dipercaya
Hindarilah membeli mobil bekas di tempat yang dapat dipercaya atatu tidak di sembarang tempat. Biasanya tempat penjualan mobil yang sudah memiliki brand (nama) akan berusaha menjaga nama baiknya. Penting juga perhatikan jaminan bahkan hingga 100 persen uang kembali jika mobil dibeli ternyata cacat.

3. Sabar dalam Memutuskan
Butuh kesabaran untuk memutuskan membeli mobil bekas dan jangan terkecoh dengan tampilan yang bagus di luarannya saja. Lakukan survei 2-3 kali. Khususnya untuk perempuan, harus lebih sabar karena perempuan gampang tergiur hanya karena liat tampilan luaran saja.


4. Cek Kondisi Bodi
Ini perlu dilakukan untuk memastikan bagian-bagian bodi mobil yang mungkin sudah diganti. Kalau bingung membandingkan secara bodi, bukalah google dan carilah mobil yang sama. Bandingkan mobil bekas di google dengan dengan mobil bekas yang akan dibeli. Perhatikan apakah pintu mobil pernah diganti. Perhatikan juga lebar nat antara pintu dan kusen sama lebar di sekeliling pintu. Bila beda, boleh jadi itu pernah tabrakan atau patah. Perhatikan apakah ada goresan atau rusak pada bodi mobil ini, bagaimana kondisi cat-nya, apakah masih mulus atau sudah kasar. Perhatikan pula bagian kaca, apakah ada bagian yang retak atau pecah. Perhatikan pula bagian lampu, apakah ada yang pecah dan bisa menyala dengan baik, atau malah cahaya lampu tersebut  sudah tidak terang lagi atau bahkan malah sudah tidak menyala lagi Lihat juga keadaan keempat bannya, apakah masih oke atau sudah tipis.


5. Cek Kondisi Mesin dengan Test Drive
Untuk yang satu ini butuh keahlian khusus yaitu kemampuan teknikal. Hidupkan mesin mobil dan perhatikan bunyi mesin yang menyala. Biasanya suara mobil yang bekas kena banjir suaranya lebih keras dari mobil normal.  Mobil yang masih bagus juga memiliki ciri mudah di-starter. Setelah menyalakan mesin cobalah untuk melakukan tes drive. Cobalah untuk mengoper gigi, pastikan bahwa oper gigi ini berjalan dengan lancar. Rasakan benar kondisi mobil saat berjalan. Bila terasa berat, cenderung berbelok kearah kiri atau kanan, sebaiknya Anda berpikir dua kali untuk membelinya. Lewatilah jalan yang kurang rata untuk mengetes baik tidaknya kondisi kaki-kaki mobil. Sangat dianjurkan mengajak seorang teknikal untuk mengecek kondisi mesin mobil.


6. Cek Interior Mobil
Kini saatnya mengecek aksesoris dan interior mobil. Perhatikan dashboard, setel AC, karpet, serta perhatikan kualitas jok dan langit-langitnya. Pastikan untuk coba menduduki jok, tarik ke belakang, dan cek kualitas pelapisnya. Bagian kaca juga tak boleh luput dari perhatian dengan mencoba menaik-turunkan kaca mobil. Cek pula tombol wiper serta kondisi buka-tutup pintu mobil. Selanjutnya, cek lampu sein, hazard, lampu depan dan lampu rem. Radio atau fasilitas audio lainnya juga penting untuk kita coba dengan cara menyalakan dan memutarnya.


7. Hati-hati Surat-surat Bodong
Surat-surat yang lengkap dan asli perlu dipastikan: mulai dari BPKB dan STNK. BPKB dan STNK yang asli akan memudahkan urusan balik nama dan administrasi lainnya. Awas, hati-hati sekarang ini banyak mobil bekas curian. Saat ini dokumen mobil bekas banyak bodong alias palsu. Mintalah jaminan untuk memastikan bahwa mobil bekas tersebut tidak bodong. Untuk lebih meyakinkan lagi, tidak ada salahnya untuk melakukan cek fisik di kantor samsat. Dengan cek fisik ini Anda akan bisa memastikan data dan informasi yang tertera di dokumen BPKB dan STNK sesuai dengan yang sebenarnya di mobil. (FA)


* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.