Header Ads

Proses Kreatif di Balik Antologi Cerpen dan Puisi SMP Negeri 19 Surakarta

Kepala SMP Negeri 19 Surakarta Triad Suparman, M.Pd menerima buku kumpulan cerpen dan puisi Jiwa Ragaku untuk Negeriku, Senin, 13 November 2017 (KalderaNews/AS)
SOLO, KalderaNews.com - SMP Negeri 19 Surakarta sukses meluncurkan tiga buku antologi cerpen dan puisi berjudul Jiwa Ragaku untuk Negeriku, Senin, 13 November 2017. Pada saat launching ketiga jilid buku ini Kepala SMP Negeri 19 Surakarta Triad Suparman, M.Pd mengungkapan bahwa membangun karakter seseorang tidaklah mudah karena berhubungan dengan hati. 

"Program literasi harus didukung agar peserta didik mampu memahami dan menganalisa informasi yang dibaca sehingga mereka terampil untuk mengembangkan bahkan membuat inovasi dari informasi yg didapatkannya. Pembuatan puisi dan cerpen juga ini juga sebagai peringatan hari sumpah pemuda dan juga hari Pahlawan untuk menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan Patriotisme kepada para siswa," tegasnya pada Kontributur KalderaNews di Surakarta.

BACA JUGA:
SMPN 19 Surakarta Luncurkan Antologi Cerpen dan Puisi

Sementara itu, salah satu pembimbing pembuatan puisi, Nanik Budiarti, M.Pd menyampaikan pada KalderaNews bahwa dalam proses pembuatan puisi maupun cerpen, anak-anak memerlukan ketelatenan dan ekspresi jiwa. 

"Mereka belajar hening sehingga bisa mewujudkan keinginannya untuk sebuah ekspresi jiwanya. Selanjutnya anak-anak akan memahami apresiasi dan isi sastra sampai pada nilai kontemplatifnya," tandasnya.


Siswi SMP Negeri 19 Surakarta membacakan salah satu karya dalam buku Jiwa Ragaku untuk Negeriku, Senin, 13 November 2017 (KalderaNews/AS)
Hal senada diungkapkan salah satu guru pembimbing pembuat cerpen Eny Mursito, M.Pd. Ia mengapresiasi antusiasme yang sungguh luar biasa dari para siswa dalam berkarya mencipta cerpen dan puisi.

"Kreativitas mereka dalam menuangkan ide dalam bentuk cerita yang menarik dan merangkai untaian kata kata indah dalam bentuk puisi sungguh patut diacungi jempol. Semoga buku kumpulan cerpen dan puisi yang mereka persembahkan bisa menjadi goresan yang merekam jejak mereka dalam belantara sastra," tandasnya.

Bagi siswa-siswi SMPN 19 Surakarta, membuat puisi dan cerpen bukan hal yang baru, akan tetapi membuat puisi dan cerpen kemudian dikumpulkan dan dibukukan menjadi motivasi sendiri bagi mereka.

Risya siswi kelas 7 merasa senang karena puisinya bisa menjadi bagian dari kumpulan puisi yang berjudul Jiwa Ragaku untuk Negeri tersebut. Ia mengatakan membuat puisi memang dibutuhkan perbendaharaan kata yang cukup dan pemilihan kata yang tepat agar  puisi menjadi bagus.

Sementara itu bagi Kristin, siswi kelas 9, membuat cerpen memangf mudah kalau berdasarkan kisah nyata yang ada di sekitar dan refleksinya bagaimana anak-anak remaja seusinya dalam memahami nasionalisme. "Nasionalisme adalah harga mati," pungkasnya. (AS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Header Ads1

Header Ads1

Diberdayakan oleh Blogger.
Iklan Pop Pup taruh di sini