Header Ads

SMPN 19 Surakarta Dukung Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020

Sejumlah siswa SMPN 19 Surakarta sedang membuat kompos (KalderaNews/AS)
SURAKARTA, KalderaNews.com - Tiap tahunnya kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan. Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mencatat tonase sampah di Indonesia terbilang tinggi yang mencapai 65 juta ton per tahun.

BACA JUGA: Di SMPN 19 Surakarta Sampah Jadi Berkah

Diperkirakan sebanyak 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap mil persegi samudera. Bahkan, kedalaman sampah plastik di Samudera Pasifik sudah mencapai hampir 100 meter dari permukaan laut. Menyadadari Indonesia termasuk darurat sampah, Pada 21 Februari 2016 dideklarasikan Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020. 


Pupuk kompos di SMPN 19 Surakarta (KalderaNews/AS)
Mendukung gerakan Indonesia bebas sampah 2020, SMPN 19 Surakarta juga membuat program sampah jadi berkah. Pengelolaan dan pengolahan sampah di SMPN 19 Surakarta memang bukan hanya sebagai wacana, akan tetapi menjadi aksi nyata. Hal ini bisa dilihat dari tempah sampah di masing-masing kelas dan di sudut-sudut sekolah sudah dibedakan antara tempat sampah organik dan anorganik.

SMP 19 Surakarta juga mendirikan bank sampah yang bekerja sama dengan BUMDesa Sanggrahan Makmur. Di bank sampah ini sampah-sampah kertas akan dipilah dan dipilih sebagai bahan membuat ketrampilan sedangkan sampah plastik misalnya botol minuman digunakan untuk media tanam hidroponik, Untuk sampah organik dijadikan pupuk kompos. Pupuk kompos ini selanjutnya digunakan sebagi pupuk tanaman hidropik dan juga green house. Sedangkan sampah yang tidak bisa dikelola sendiri dibawa ke BUMDesa Sanggrahan Makmur untuk dikelola disana.


Siswi SMPN 19  Surakarta dengan tanaman hidroponiknya (KalderaNews/AS)
Selain melalui gerakan di dalam sekolah, para guru dan siswa SMPN 19 Surakarta turut aktif mengkampanyekan gerakan sampah menjadi berkah. Kegiatan ini dilakukan rutin dua bulan sekali terutama di kegiatan car free day misalnya dengan pameran hasil kerajinan dari sampah, selanjutnya melakukan aksi nyata dengan memungut sampah. (AS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.