Header Ads

Indonesia-Australia Tingkatkan Pertukaran SDM dan Ahli Fintech

MoU Industri Tekfin Indonesia-Australia (KalderaNews/AFI)
JAKARTA, KalderaNews.com - Para pihak penting di industri teknologi finansial (tekfin) Indonesia dan Australia meresmikan kerjasamanya untuk mendorong pertukaran sumber daya manusia dan keahlian di antara kedua pasar tekfin yang sedang berkembang pesat.

Kerjasama ini memungkinkan tersedianya platform untuk memfasilitasi pertukaran sumber daya manusia, teknologi, permodalan dan penetrasi pasar bagi perusahaan-perusahaan tekfin di kedua negara.

“Penandatanganan kerjasama ini merupakan hal yang sangat menggembirakan, yang membuktikan semakin eratnya ikatan di antara kedua negara,” ujar Wakil Ketua Asosiasi FinTech Australia, Stuart Stoyan.

Ia menambahkan pemerintah Australia telah membuktikan komitmen seriusnya selama dua puluh tahun terakhir ini untuk mendukung agenda Indonesia dalam mewujudkan inklusi keuangan, memantapkan stabilitas sistem keuangannya, serta sebagai bentuk pendekatan berimbang yang mendorong pertumbuhan inovasi lintas kedua yuridiksi.

BACA JUGA:
Ekosistem Fintech Indonesia dan Australia Saling Menguntungkan
Indonesia dan Australia Bangun Jejaring Fintech Baru

“Kami sangat berbahagia dapat menyaksikan kelanjutan dari dialog regional antara Indonesia dan Australia seputar meningkatnya inteoperabilitas pasar, inovasi tekfin dan regulasi-regulasi terkaitnya,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi FinTech Indonesia dan Co-Founder & Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra pun menyambut baik kesepakatan ini.

“Berlandaskan hubungan yang kokoh antara Australia dan Indonesia, ini adalah momen yang tepat untuk meneguhkan kerjasama tekfin lebih lanjut di tingkat perusahaan secara individual maupun di tataran industri,” ujarnya.

Ia mengakui pertumbuhan usaha rintisan tekfin dan ekosistemnya di Indonesia sangat pesat dan membutuhkan pembangunan infrastruktur keuangan yang aman dan mapan secara cepat, agar dapat mengikutsertakan serta melayani sedikitnya 80 juta orang dan 49 juta usaha kecil yang belum masuk dalam sistem keuangan di tanah air. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.