Header Ads

Menaklukkan Bukit Karst Terjal Merengkuh Pantai Menganti

Keindahan Pantai Menganti di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)

CILACAP, KalderaNews.com - Medan yang sulit dengan pegunungan karstnya yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Pantai Menganti di Kebumen. Maklum, pantai ini ada di balik perbukitan karst dan hutan. Terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pantai ini merupakan salah satu pantai terindah di Jawa Tengah.

Sebelum memutuskan untuk mengunjungi pantai ini, sangat lah dianjurkan untuk mengecek kondisi kendaraan agar bisa menaiki jalanan menanjak yang cukup ekstrem di kawasan ini. Namun, jangan lah terlalu khawatir. Di pinggir jalan bukit karst yang menanjak dan berkelok-kelok ini kita akan mudah menjumpai anak-anak, pemuda dan orang tua yang siap mengganjal kendaraan kita, apabila tak mampu menanjak. Jalan terjal dan cukup membahayakan butuh ekstra konsentrasi dan kewaspadaan setiap pengemudi.


Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dari kejauhan di atas bukit (KalderaNews/JS de Britto)
Meski termasyur dengan akses jalannya yang terjal, orang justru berbondong-bondong ke pantai ini saat akhir pekan atau hari libur. Jangan heran, meski tidak ada angkutan umum yang mengangkut penumpang ke lokasi ini, jejalan manusia harus antre menuju ke lokasi. Selain kendaraan roda dua yang memang banyak digunakan, tak terbilang jumlahnya mobil pribadi yang harus sabar antre untuk memasuki kawasan wisata pantai ini.

Uniknya, banyak wisatawan domestik yang datang dalam kelompok besar atau rombongan tidak menggunakan bus. Mereka justru naik mobil truk atau mobil pick up yang didesain sedemikian rupa dengan kursi dan berbagai model tempat duduk. Moda transportasi ini tentu lebih dianjurkan, saat harus menaklukkan jalanan terjal dengan bukit karstnya yang eksotis. Selama menaklukkan jalan terjal pengunjung akan disuguhi pemandangan bukit-bukit hijau yang menakjubkan.

Setelah ketegangan melalui jalanan menanjak yang mendebarkan, pengunjung akan dihadapkan pada pemandangan elok di atas bukit. Dari atas bukit bernama ini, pasir putih Pantai Menganti terlihat terhampar luas berpadu dengan biru laut dan debur ombak. Di atas bukit ini pengunjung biasa berhenti sejenak untuk selfie atau wefie dengan latar belakang Samudera Hindia di kejauhan yang berpadu dengan panorama perbukitan hijau dengan tebing karst yang indah. Benar-benar perjalanan penuh tatangan yang terbayarkan dengan panorama lautnya yang eksotis.

Pengunjung dengan kendaraan roda dua di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)
Suguhan menakjubkan ini ternyata belum seberapa karena perjalanan harus masih dilanjutkan yaitu dengan menuruni perbukitan menuju spot pantainya. Sekali lagi, para pengemudi harus kembali meningkatkan kewaspadaannya karena jalanan kini berbalik menurun. Menjaga jarak dengan kendaraan di depan sangat dianjurkan. Selama menuruni bukit karst ini, mata akan tetap dimanjakan dengan pemandangan bukit hijau yang mengademkan pikiran dan hati.

Setelah beberapa menit menuruni bukit, gerbang utama Pantai Menganti pun terlihat. Lagi-lagi, pemandangan antrean panjang akan terlihat. Dengan membayar tiket masuk Rp.5.000,/orang kita akan diarahkan menuju ke tempat parkir oleh para penjaga pantai dan polisi. Begitu melewati gerbang utama, nuansa pantai mulau terasa. Debut ombak dan keriuhan pantai mulai terdengar sayup-sayup. 

Makan di pinggir Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)
Pantai ini pun dijejali jajaran pohon kelapa khas pesisir dengan tebing pantai raksasa yang tinggi dan besar di bagian barat yang dikenal dengan sebutan Tebing Bidadari. Suasana khasnya adalah perahu-perahu nelayan yang berjajar, pantai dengan pasir putih dan batu karangnya yang besar-besar di sisi lain.

Begitu turun dari kendaraan, pikiran langsung plong dalam kelegaan begitu kita melepaskan pandangan mata ke arah samudera biru yang luas. Perjalanan mendebarkan dengan menaklukkan perbukitan terjal bakal terbayarkan dengan keindahan pantai ini. Apalagi, di pantai ini ada banyak spot yang menawarkan keindahan laut.

Salah satu spot yang tak boleh dilupakan untuk dikunjungi yaitu menara mercusuar buatan Belanda (1912-1915) setinggi 20 meter yang bisa dinaiki hingga puncaknya dan spot bernama Tanjung Karangbata. Di Tanjung Karangbata yang rindang ini, pengunjung akan melihat luasnya Samudera Hindia dan sebuah pulau karang di kejauhan. Jangan khawatir dengan terik matahari karena di tempat ini disediakan gubuk-gubuk kecil untuk berteduh. Nah, dari Tanjung Karangbata ini kita akan melihat pantai sekitar seperti Pantai Karangbata dan Pantai Peacron di sisi timur.

Pengunjung dengn truk yang dikasih kursi plastik di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)
Keindahan lainnya yang ditawarkan yaitu saat musim hujan tiba, tebing-tebing di sebelah barat akan dihiasi empat air terjun yang mengucur deras dari ketinggian lebih dari 30 meter. Tak hanya itu saja, disudut lain pantai ini juga menawarkan spot surfing dengan gelombang dan deburan ombaknya yang menawan.

Pemandangan lain yang tak kalah menarik yaitu jajaran kapal nelayang yang tertata rapi di pinggir pantai. Selidik punya selidik, tempat ini sebetulnya pusat pelelangan ikan. Menariknya, meski baru resmi dibuka pada 2011 lalu sebagai destinasi wisata laut yang layak dikunjungi oleh Pemkab Kebumen, fasilitas-fasilitas yang memadai telah bisa dinikmati seperti gubuk, toilet dan tempat duduk. Bahkan, di tempat ini sudah ada villa keluarga yang dapat disewa. Dari villa ini kita bisa menikmati sunrise dan sunset yang menawan. Apalagi, menu makanan khas laut yang tersedia di sejumlah tempat makan cukup terjangkau. Sekali datang ke Pantai Menganti, dijamin bakal ketagihan.

Legenda dan Mitos


Legenda penguasa Laut Selatan yang biasa dijuluki Nyi Roro Kidul dengan segala mitosnya hidup secara turun-temurun di masyarakat Pulau Jawa, khususnya di pesisir pantai selatan. Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai sosok yang anggun dan memesona, tatapan yang syahdu dan memukau. Wajahnya menyiratkan sifat kebijaksanaan. Selain itu, Nyi Roro Kidul dikatakan selalu mengenakan pakaian berwarna hijau. Ia adalah sosok yang memakai mahkota ratu dan memakai kain selendang di bahu. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan tata rias khas Jawa dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Konon, tatapan mata Nyi Roro Kidul inilah yang oleh para pelukis disebut sebagai pusat mistis.
Pengunjung di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)
Kini pengunjung Pantai Menganti tidak diperkenankan menggunakan baju berwarna hijau gadung. Entah satu kebetulan atau sudah menjadi kebiasaan yang akhirnya cenderung menjadi ritual khusus, di bulan-bulan tertentu ada saja kisah aneh yang sering terjadi. Misalnya tiba-tiba saja ada pengunjung yang hilang ketika mandi dipantai, perahu nelayan yang tenggelam hingga hasil tangkapan ikan yang berkurang (paceklik ikan).

Bagi masyarakat ini bukan sesuatu yang aneh. Mereka meyakini semua itu adalah ulah Penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul. Menurut kepercayaan, para korban akan dijadikan budak atau balatentara Ratu Pantai Selatan. Mereka yang hilang dipercaya sebagai tumbal Ratu Pantai Selatan.

Letak Pantai Menganti

Pantai ini terletak kurang lebih 35 Km dari Kota Gombong dan 42 Km dari Kota Kebumen. Pantai Menganti bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Sejauh ini, belum ada transportasi umum yang bisa menuju Pantai Menganti karena jalanannya yang curam dan berkelok. 

Para pengunjung selfie dan wefie di karang dan bebatuan di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (KalderaNews/JS de Britto)
Jika dari Kota Kebumen atau Gombong ambillah rute menuju ke Pantai Karanbolong. Kemudian terus melaju ke barat ke arah Cilacap hingga menemukan Desa Karangduwur. Dari Surabaya atau Jakarta disarankan naik kereta api atau bus lalu turun di Stasiun atau Terminal Gombong/Kebumen.

Kalau dari Purwokerto lebih baik lewat Pantai Ayah/Pantai Logending. Jika Pantai Ayah belok kanan maka kalau ke Pantai Menganti belok ke kiri. Ikuti jalan terus yang nanjak, kurang lebih dari Pantai Ayah 4 KM mungkin membutuhkan 20 – 30 menit sampai Gerbang Masuk Pantai Menganti di Desa Karangduwur. (JS)


* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.