Header Ads

BUMDes di Sukoharjo Ini Merintis Kesejahteraan Lewat Sampah


BUMDes Sanggrahan Makmur bekerjasama SMPN 19 Surakarta (KalderaNews/AS)
SUKOHARJO, KalderaNews.com - Inovasi dan pengelolaan dan pengolahan sampah di Desa Sanggrahan, Grogol, Kab. Sukoharjo ini patut ditiru. Berlatar belakang keprihatinan  sampah yang tidak terurus, warga desa mendirikanlah BUMDes Sanggrahan Makmur yang unit usaha pertamanya adalah unit pengolahan sampah.

BACA JUGA: 
1. SMPN 19 Surakarta Dukung Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020
2. Di SMPN 19 Surakarta Sampah Jadi Berkah

Dalam mengelola dan mengolah sampah ini BUMDes bekerjasama dengan beberapa sekolah di Kabupaten Sukoharjo dan berapa sekoah di Surakarta misalnya, SMKN 3 Surakarta dan SMPN 19 Surakarta. Adapun, hasil pengolahan sampahnya 85% dikembalikan ke sekolah dan 15% menjadi milik BUMDes.


Pembukuan di BUMDes Sanggrahan Makmur (KalderaNews/AS)
Di unit pengolahan sampah ini, sampah-sampah yang masih tercampur dipisahkan berdasarkan kategori sampah organik dan anorganik. Sosialisasi kepada warga untuk memisahkan sampah organik dan anorganik pun terus dilakukan. Di tangan mereka ini sampah plastik dikumpulkan dan sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, baik pupuk padat maupun pupuk cair.

Kepala Unit Kerja Pengelolaan Sampah BUMDes Sanggrahan Makmur Paulus Widyawan kepada KalderaNews mengatakan bahwa unit pengelolaan sampah ini menjadi terobosan yang baik. Ia menemukan tidak setiap desa mau berpikir secara serius untuk mengelola sampahnya. Bahkan menurut data dari 2200 BUMDes yang ada di Indonesia, hanya 1% yang mau mengurusi sampah. Paulus berharap usaha seperti ini menjadi awal yang baik untuk kesejahteraan, kemakmuran, dan penciptaan lingkungan hidup yang sehat dan lestari.

Hal senada juga Sigit Wahyudi selaku Direktur BUMDes Sanggrahan Makmur. Ia menegaskan unit pengolahan sampah bisa menjadi salah satu elemen penting di masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah dari hulu sampai ke hilir. Ia lantas berharap, BUMDes bisa merubah stigma masyarakat akan sampah yang kotor menjadi sampah yang bermanfaat dan menghasilkan uang.


Sampah-sampah anorganik yang telah dikemas (KalderaNews/AS)
"Harapannya kita bisa menjadi salah satu bagian dari penyelesaian masalah sampah yang ada di masyarakat Sanggrahan khususnya. Semoga BUMDes Sanggrahan Makmur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bangkitnya perekonomian di Desa Sanggrahan. Apalagi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo mendukung gerakan ini dengan memfasilitasi tim untuk menimba ilmu di TPS 3R Purworejo dan Bank Sampah di Yogyakarta," pungkasnya. (AS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.