Ciptakan Kompetisi Sehat, Formula Tarif Data Digodok




JAKARTA,KalderaNews.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui pemerintah harus berada di titik optimal dalam melihat kepentingan industri telekomunikasi dan masyarakat sehingga ada keseimbangan.

“Harus ada kompetisi sehingga masyarakat mendapat opsi produk maupun layanan. Yang jelas saya tidak menetapkan floor price, tetapi membuat formula tarif data yang memungkinkan operator masih mendapat ruang untuk bermanuver dalam berkompetisi,” tegasnya di acara diskusi interaktif ITF (Indonesia Technology Forum) bertajuk “Mencari Tarif Data yang Ideal” di Akmani Hotel Jakarta, Rabu, 26/7.

BACA JUGA:
Sultan Brunei Panen Perdana Padi Asal Indonesia
Dubes Ngurah Swajaya Tawarkan Belitung pada Investor Aquaculture Singapura
Kampung Korea Jadi Solusi Tepat Persiapkan Purna TKI di Korea?
Pertanian Konservasi Efektif Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem

Hadir pada acara diskusi ini Presiden Direktur dan CEO Indosat Oredoo Alexander Rusli, Ketua ATSI (Asosiasi Telepon Selular Indonesia) Merza Fachys, Ketua KPPU (Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha), M Syarkawi Rauf, Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Ketut Pribadi dan Ketua Harian Lembaga Yayasan Konsumen Indonesia Tulus Abadi.

“Penurunan itu makin irrasional dan bisa menjadi tak prospektif lagi memberikan layanan data kepada masyarakat,” kata Alexander Rusli.

Merza Fachys menimpali potensi mobile broadband di Indonesia masih sangat besar, tetapi tetap mesti ada ekosistem yang mendukung pertumbuhan data seperti kompetitifnya operator. Ketut sendiri menyatakan pihaknya akan segera mematangkan formula tarif sesuai amanat pasal 28 UU no.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*