Header Ads

Indonesia dan Australia Bangun Jejaring Fintech Baru

Delegasi fintech Indonesia berkunjung ke co-working space Tank Stream Labs, Sydney (KalderaNews/Ist)
SYDNEY, KalderaNews.com - Komunitas fintech (teknologi finansial/tekfin) Australia pada Kamis pekan ini menerima delegasi Indonesia yang terdiri dari regulator keuangan dan 16 perusahaan untuk membahas topik-topik terkini seputar inklusi keuangan dan upaya pertumbuhan industri tekfin yang lebih kuat.

Perusahaan-perusahaan Indonesia yang hadir dalam kesempatan ini merupakan pelaku usaha yang aktif di bidang peer-to-peer (p2p) lending atau pembiayaan, pembayaran dan investasi. Mereka hadir bersama pejabat senior dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia dalam sebuah tur tiga hari di dua kota, Sydney dan Melbourne. Kehadiran para pelaku usaha tekfin dan pejabat regulator keuangan negara dalam perjalanan ke Australia ini termasuk yang terbesar jika dilihat dari jumlah peserta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi FinTech Indonesia dan asosiasi tekfin Australia ini diselenggarakan untuk membangun jejaring dan kerjasama yang lebih kuat antar dua negara dalam konteks industri tekfin. Indonesia berkembang sebagai pusat tekfin dan usaha rintisan (start-up) ke-2 terbesar di wilayah Asia Tenggara, yang ditandai dengan adanya 53 proyek investasi di industri tekfin yang diprediksi akan selesai di tahun 2017 dan total investasi senilai US$3 miliar yang dikucurkan untuk mendukung perusahaan tahap awal (early stage) dan start-up hingga tahun ini.

Delegasi Indonesia pun mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih lanjut mengenai $1 billion New Payments Platform (NPP) yang memungkinkan seseorang utuk melakukan pembayaran yang mendekati real-time dan kaya data (data-rich) dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital. Inisiatif NPP ini direncanakan akan diluncurkan pada awal 2018 mendatang.

Pada bulan April 2017 lalu, Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan OJK juga telah menandatangani kesepakatan untuk mempromosikan inovasi layanan keuangan di masing-masing negara. (NS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.