Header Ads

Presiden Soekarno Ternyata Jebolan Kampus Top Amerika Serikat Ini

Pada tanggal 27 Mei 1956, Presiden Soekarno menerima gelar Honorary Doctor pada bidang Hukum Perdata sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (KalderaNews/University of Michigan/KJRI Chicago)
CHICAGO, KalderaNews.com - Kementerian Riset dan Teknologi memberikan bantuan tenaga ahli dan peneliti tarian dan gamelan untuk menyokong kegiatan University of Michigan Gamelan Ensemble. Piagam pemberian bantuan kerjasama penelitian diserahkan oleh Plt. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Bhimo Andoko, pada kesempatan kunjungan kerja pada tanggal 8-11 Maret 2018 lalu.

Kerjasama ini bersifat strategis. Tidak banyak orang Indonesia yang menyadari bahwa Presiden Soekarno merupakan jebolan kampus top Amerika Serikat. Pada tanggal 27 Mei 1956, Presiden Soekarno menerima gelar Honorary Doctor pada bidang Hukum Perdata sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat.

Fakta ini diungkapkan oleh Prof. Dr. Indroyono Soesilo, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata, ketika bertemu dengan pejabat top University of Michigan, Dr. James Holloway dan Dr. Jack Hu, yang masing-masing menjabat sebagai Wakil Rektor dan Wakil Presiden.

Konsul Jenderal RI di Chicago, Rosmalawati Chalid mengatakan, “Sudah saatnya kita menggeliatkan kembali kerjasama dengan UM karena sudah ada program pengajaran Bahasa Indonesia, program gamelan dan berbagai mata kuliah mengenai Indonesia. Saya melihat begitu besarnya potensi kerjasama antara Indonesia dengan AS yang bisa digulirkan melalui University of Michigan, terlebih kampus ini merupakan salah satu kampus terbaik di dunia menurut Times Higher Education.”

Adapun potensi kerjasama yang dapat dikembangkan adalah pada bidang transportasi, urban systems, manufaktur lanjutan, robotika, kebudayaan hingga pendidikan.

Implementasi rencana kerjasama dengan University of Michigan akan dilakukan dalam bentuk Public, private and university partnership dimana University of Michigan Alumni Association of Indonesia juga mengambil peran. Tahun lalu, asosiasi alumni University of Michigan di Indonesia telah memberikan janji donasi sebesar lebih dari 7,5 milyar rupiah untuk program gamelan, studi Indonesia serta dukungan mahasiswa Indonesia di University of Michigan.

Konjen RI Rosmalawati Chalid, Prof. Indroyono dan Henry Rahardja sebagai ketua alumni Indonesia memberikan kuliah mengenai perkembangan ekonomi dan aspek bisnis di Indonesia pada Ross Business School (KalderaNews/KJRI Chicago)
Consul for Information, Social and Cultural Affairs KJRI Chicago, Fajar Yusuf pada KalderaNews menyampaikan KJRI Chicago sejauh ini telah memberikan penghargaan kepada kelompok gamelan University of Michigan pada tahun 2017 karena selama 50 tahun telah mempromosikan seni dan budaya Indonesia melalui pertunjukan gamelan tahunan di kota Ann Arbor, Michigan.

Konjen RI Rosmalawati Chalid, Prof. Indroyono dan Henry Rahardja sebagai ketua alumni Indonesia memberikan kuliah mengenai perkembangan ekonomi dan aspek bisnis di Indonesia pada Ross Business School, yang merupakan sekolah bisnis top di AS.

Konjen RI juga juga berkesempatan untuk membuka Indonesian Cultural Night yang diselenggarakan oleh Permias University of Michigan untuk untuk mempromosikan pariwisata, seni dan budaya Indonesia serta mendorong partisipasi mahasiswa dan masyarakat WNI dalam mengikuti Pemilihan Umum 2019.

Dalam wilayah kerja KJRI Chicago terdapat berbagai universitas papan atas dunia misalnya University of Chicago, Northwestern University dan University of Michigan. (JS)


* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.