Header Ads

Wow, Petir Itu Ternyata Bisa Ditangkap, Ini Wujudnya Fulgurites

Petir dan bentuk fulgurites (KalderaNews/Ist)
JAKARTA, KalderaNews.com - Petir yang terjadi hanya dalam waktu yang sangat singkat, namun bisa memuntahkan energi sebesar 5 gigajoule, ternyata bisa "ditangkap" sehingga bisa meninggalkan jejak berupa fosil petir.

Penelitian seperti dikutip amusingplanet.com menemukan tatkala petir yang kuat menghantam daerah berpasir seperti pantai atau bukit pasir, partikel pasir dapat mencair dan mengering bersama-sama dalam waktu kurang dari satu detik.

Pasir meleleh pada sekitar 1800 derajat Celsius, namun suhu dari sambaran pencahayaan bisa mencapai 30.000 derajat atau lebih dari lima kali suhu di permukaan matahari.

Nah, tatkala kondisi tepat, pasir menyatu dan membentuk tabung berongga panjang yang disebut fulgurite. Istilah ini berasal dari kata Latin fulgur, yang berarti "petir". Meskipun sambaran petir ke bumi setidaknya satu juta kali setiap hari, jarang sekali membentuk fulgurites.

Fulgurites biasanya ditemukan di bawah permukaan pasir, umumnya bercabang dengan diameter bervariasi. Bentuknya mencerminkan jalur petir, yang menghantam ke dalam tanah. Karena itu, fulgurites kadang-kadang disebut "fosil petir".

Proses terbentuknya Fulgurites (KalderaNews/Ist)
Fulgurites terlihat seperti akar, bercabang, serta memiliki permukaan kasar, ditutupi dengan butiran pasir yang sebagian meleleh. Tapi permukaan bagian dalam biasanya halus seperti kaca akibat pendinginan yang sangat cepat dan pemadatan pasir. Ukuran dan panjang fulgurite tergantung pada kekuatan sambaran petir dan ketebalan pasir.

Banyak fulgurites yang ditemukan hanya memiliki diameter satu atau dua inci dan panjang bisa mencapai 30 inci, tapi fulgurites dengan panjang 4,8 meter pernah ditemukan. Beberapa fulgurites dapat menembus jauh ke dalam tanah.

Fulgurites juga dapat terbentuk ketika sambaran petir mengenai batu dan membentuk kerak kaca dan kadang-kadang sebagai urat pada lapisan permukaan batu yang sudah ada sebelumnya.

Fulgurites ditemukan sejak awal tahun 1711 dan ditemukan di seluruh dunia dari puncak gunung ke gurun Sahara, tetapi dianggap langka. Mereka tidak berharga, tapi dihargai oleh banyak ahli untuk nilai ilmiah mereka.



Ini bukan Fulgurites (KalderaNews/Ist)
Dengan mempelajari distribusi fulgurites di daerah tertentu, misalnya, seseorang dapat menyimpulkan terjadinya aktivitas badai di daerah selama periode tertentu, yang pada gilirannya dapat membantu memahami iklim masa lalu.

Fulgurites paling tua ditemukan berumur 250 juta tahun yang ditemukan di Sahara, yang membuktikan jika gurun ini pernah menjadi daerah yang subur, dimana badai hujan pernah melanda daerah ini. (FA)



* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Header Ads1

Header Ads1

Diberdayakan oleh Blogger.
Iklan Pop Pup taruh di sini