Header Ads

Gaung International Students' Day 2018 dari Kota Pelajar Delft di Belanda

International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018
SESI PANEL: Senay Ӧzdemir (moderator) bersama Victoria Norgbey (Ghana), Charmae Nercua (Filipina) dan Kezang Gaden (Bhutan) saat sesi panel International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018 (KalderaNews/Fajar H)
DELFT, KalderaNews.com - Salah satu destinasi "KalderaNews Jelajah Negeri Kincir Angin 2018" yang diprakarsai oleh Nuffic Neso Indonesia yakni singgah di kota Delft untuk menghadiri International Students' Day (ISD) atau Hari Pelajar Internasional 2018 yang diselenggarakan oleh Nuffic.

Nuffic adalah organisasi non-profit di Belanda yang ditunjuk resmi untuk menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan dan didanai oleh pemerintah Belanda. Nuffic memiliki perwakilan di Indonesia dengan nama Nuffic Neso Indonesia. Nuffic rutin memperingati International Students' Day dengan acara-acara yang edukatif, reflektif dan menggugah dunia pendidikan secara universal.


BACA JUGA:
Gegar Budaya Mahasiswa Indonesia di Belanda, Apa yang Harus Dilakukan?

Pada 2018 ini International Students' Day yang diprakarsai Nuffic dilangsungkan di kota pelajar Delft yang terletak di Provinsi Belanda Selatan. Kota kecil ini terletak di antara Rotterdam dan Den Haag.

Delft memiliki nilai sejarah yang penting bagi Belanda. Kota ini memiliki nama lain, yaitu Prinssenstad atau Kota Pangeran. Julukan ini diberikan kepada Delft karena Willem van Oranje (William of Orange) atau Willem de Zwijger (William yang Pendiam), pangeran dan raja pertama di Belanda, tinggal di kota ini.

Berdiri pada abad ke-13 silam, kota ini menjadi pusat pemerintahan dengan tembok yang besar. Sisa dari tembok ini masih dapat dilihat di Oostpoort.

International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018
Rumah-rumah di pinggir kanal yang ditata apik di Delft, Belanda (KalderaNews/Fajar H)
Delft terkenal dengan kanal dan keramik biru. Beberapa destinasi wisatanya yang layak disinggahi yakni Oude Kerk, City Hall, the Oostpoort, the Gemeenlandhuis/Huyterhuis dan the Delftsehout.
 

Delft juga terkenal dengan Technische Universiteit Delft (TuD) yang menerima banyak sekali mahasiswa baik yang datang dari mancanegara dan dari kota-kota di Belanda lainnya. Tak mengherankan, Delft dijuluki sebagai kota pelajar karena sepuluh persen dari penduduk di Delft adalah mahasiswa.

Selain TU Delft, ada pula UNESCO-IHE dan Inholland Hogeschool. UNESCO-IHE merupakan institut terbesar di dunia yang fokus pada pendidikan tentang perairan, dan satu-satunya institusi yang mengeluarkan ijazah MSc terakreditasi dan diautorisasi oleh PBB.

Di kampus UNESCO-IHE (IHE Delft) inilah International Students' Day 2018 dilangsungkan.

Tirani di Balik ISD

Bukan tanpa alasan Nuffic rutin memperingati International Students' Day tiap tahunnya. Di baliknya ada harapan besar pada pelajar internasional yang kuliah di Belanda untuk meneladani semangat para pelajar di bawah tirani di masa lalu dengan cara baru, yakni tidak hanya memperluas cakrawala, tetapi andil secara nyata dalam menginspirasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di dunia.

Meski belum begitu populer di Indonesia, ternyata di balik International Students' Day atau dalam bahasa Indonesia kerap disebut dengan Hari Pelajar Internasional yang diperingati tiap tanggal 17 November 2018, tersimpan spirit yang layak diteladani.

International Student Day's (ISD) adalah hari untuk mengenang semangat dan pengorbanan para pelajar Cekoslovakia saat menentang fasisme Nazi. Bermula di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Ceko pada 20 Oktober 1939, sejumlah mahasiswa yang menentang rezim fasisme Nazi harus mengalami represi dari antek-antek Adolf Hitler yang memiliki ambisi untuk memperluas wilayah kolonial hingga
Cekoslovakia setelah menaklukan Austria.
International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018
Para pelajar dari Indonesia di International Students' Day di IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018 (KalderaNews/Fajar H)
Tepatnya pada 11 November 1939, aktivis gerakan mahasiswa Jan Opletal menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh rezim Nazi. Setelah pemakamannya pada 15 November yang dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Ceko, rezim fasisme Nazi memberikan komando agar menutup semua kampus yang berada di wilayah koloni Cekoslovakia.

Setelah menghimpun data, lebih dari 1.200 mahasiswa ditangkap dan dijebloskan ke kamp konsentrasi , serta sekitar sembilan orang mahasiswa berikut profesor harus menerima konsekuensi sanksi dengan dijebloskan ke penjara dan dieksekusi mati tanpa ada proses pengadilan lebih lanjut pada 17 November 1939.
 

Tiap 17 November pun lantas diperingati sebagai International Student Day's (ISD) atau Hari Pelajar Internasional. Peringatan sejarah kelam kaum terpelajar tersebut dilakukan untuk pertama kalinya oleh Dewan Pelajar Mahasiswa Internasional di London, Inggris, pada 1941.

Selanjutnya, tradisi peringatan ISD diakomodir oleh Serikat Mahasiswa Internasional yang mendapat dukungan kuat dari Serikat Nasional Mahasiswa di Eropa dan berbagai organisasi yang lantas mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan legitimasi sebagai hari bersejarah internasional.

ISD 2018 di Delft


Di masa kini ISD tentu dimaknai sebagai hal yang non-politik, tetapi lebih pada aspek misi di area multikulturalisme, seperti spirit yang diusung oleh Nuffic di ISD 2018 di Delft pada Sabtu, 17 November 2018.

Meski sudah ada banyak kegiatan dan acara terkait ISD 2018 seperti jobfair, webinar hingga kampanye media sosial selama sepekan di berbagai kota di Belanda, Nuffic tak mau absen dengan acara yang lebih edukatif dan inspiratif.

Dihadiri oleh pelajar dari berbagai penjuru dunia, ISD 2018 di Delft disemarakkan dengan sesi panel dari para alumni yang pernah mengenyam pendidikannya di Belanda. Mereka adalah Victoria Norgbey (Ghana), Charmae Nercua (Filipina) dan Kezang Gaden (Bhutan).

Director General for International Cooperation Ministry of Foreign Affairs, Reina Buijs memberikan sambutan di acara International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018
Director General for International Cooperation Ministry of Foreign Affairs, Reina Buijs memberikan sambutan di acara International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018 (KalderaNews/Twitter: Freddy Weima)

Director General for International Cooperation Ministry of Foreign Affairs, Reina Buijs dalam sambutannya meminta para mahasiswa dan alumni yang hadir untuk makin terbuka dan tidak terkungkung serta sibuk dengan dunianya sendiri. When you are better off, you enlarge your table and not build a higher wall.

Hal senada ditandaskan oleh Manager Global Development Nuffic, Roos Hagenkamp yang mendesak para pelajar dan alumni untuk menginspirasi satu sama lain sebagai agen perubahan.

Saat sesi panel yang dihadiri Director-General of Nuffic, Freddy Weima pada pagi menjelang siang itu, Victoria Norgbey (Ghana), Charmae Nercua (Filipina) dan Kezang Gaden (Bhutan) dengan dimoderatori oleh
Senay Ӧzdemir, secara bergantian berbagi pengalaman mulai dari hal-hal yang boleh dikata sepele, mulai gaya hidup di kampus, perbedaan budaya yang harus disikapi sebagai pelajar internasional, pengalaman menikah dan punya anak di Belanda serta berbagi impian usai mereka tamat kuliah dari Negeri Kincir Angin.

Pada sesi tanya jawab, kehidupan awal kampus, gejala gegar budaya, hingga cara menyalurkan kerinduan pada orangtua dan anak mereka diulik oleh para penanya.

“Tadi sharing session gitu sih. Share gimana kuliah, sampai nanya cara mengobati kerinduan sama anak lewat video call. Justru yang ada malah makin kangen, malah makin nangis kata narasumber orang Ghana tadi,” terang Intan, mahasiswa S2 asal Indonesia pada KalderaNews usai acara.

Manager Global Development Nuffic, Roos Hagenkamp memberikan sambutan di acara International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018
Manager Global Development Nuffic, Roos Hagenkamp memberikan sambutan di acara International Students' Day di Ruang Seminar Lantai 2 IHE Delft, Belanda, Sabtu, 17 November 2018 (KalderaNews/Twitter: Freddy Weima)
Diketahui, International Students' Day 2018 yang dihelat oleh Nuffic kali ini berlangsung dari pukul 09:30-12:00 waktu Belanda. Peserta dan alumni yang hadir adalah para peraih beasiswa Orang Knowledge Programme (OKP).

Orange Knowledge Programme (OKP) merupakan program lima tahun (2017 – 2022) dari Kementrian Luar Negeri Belanda. Program ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di banyak negara, termasuk di Indonesia. Guna mencapai tujuan ini, upaya peningkatan kapasitas organisasi dan individu menjadi hal utama bagi OKP.

Dana OKP disalurkan untuk tiga modalitas yaitu beasiswa, training dan kerjasama institusi. Prioritas tema bagi Indonesia untuk program OKP adalah penegakan hukum dan keamanan (Security and Rule of Law), Air (Water) dan Ketahanan Pangan (Food Security). Penentuan tema ini didasarkan pada prioritas kerjasama bilateral antara Indonesia – Belanda dan serangkaian kegiatan konsultasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Indonesia.

Pada 2018 ini OKP membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk melanjutkan program studi Master (S2) dan melakukan training singkat di Belanda. Hingga batas akhir pendaftaran beasiswa, Nuffic menerima 428 pendaftar dari Indonesia. Sebanyak 34 orang kemudian dinyatakan memenuhi kualifikasi dan berhak mengikuti program studi Master dan training di Belanda

Di penghujung sesi ISD 2018 di Delft tahun ini, tim dari Nuffic lantas mengajak pelajar dan alumni untuk membagikan kisahnya selama berkuliah di Negeri Bunga Tulip dengan tagar #OrangeKnowledge


Dengan banyak cerita tersebut, Nuffic berharap akan semakin banyak orang yang terinspirasi dan ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di Negeri van Oranje ini. (FH)

SIMAK VIDEO

Apa Itu Beasiswa Orange Knowledge Programme (OKP)?
oleh 
Awardee OKP di Belanda



* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.