Header Ads

Kebijakan dan Prioritas Beasiswa LPDP Akan Dirombak Besar-besaran

Beasiswa LPDP
Presiden Jokowi, Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Jusuf Kalla
BOGOR, KalderaNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak evaluasi penyaluran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pembangunan (LPDP) agar searah dengan program-program prioritas.

Desakan evaluasi besar-besaran ini dibenarkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dengan evaluasi ini, tegas Sri Mulyani, berarti akan ada perubahan kebijakan LPDP ke depan, salah satunya dari sisi proses afirmasinya.


BACA JUGA:
Stop Beasiswa LPDP untuk Orang Kaya
Nuffic Puji Keterbukaan dan Transparansi LPDP 
 
“Kami akan mereview program LPDP ini, termasuk kebutuhan untuk mengundang para trainer. Juga untuk mengirim berbagai macam kebutuhan yang sifatnya lebih spesific skill. Apakah itu dari sisi engineer maupun dari sisi kemampuan keahlian teknis,” ujarnya.

“Juga kebutuhan-kebutuhan khusus di bidang manajemen pendidikan dan guru. Itu juga akan diprioritaskan,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristek Dikti Ali Ghufron Mukti menyambut baik rencana evaluasi presiden yang meminta kuota beasiswa LPDP ini untuk kebutuhan prioritas.

Ia menegaskan beasiswa negara ini sudah selayaknya menghasilkan sumber daya manusia untuk mengisi program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) sekaligus Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Asep Saefuddin sepakat dengan rencana evaluasi. Dengan begitu seusai tugas belajar, mereka bisa langsung mengisi pos sesuai dengan bidang yang dipelajari. Sejauh ini, LPDP hanya berhasil sampai menyekolahkan. (JS)


* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.