Ancaman Trade Wars Harus Dihadapi Milenial dengan Peningkatan Daya Saing

Ancaman Trade Wars Harus Dihadapi Milenial dengan Peningkatan Daya Saing
Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya wefie bersama para mahasiswa usai memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah (KalderaNews/KBRI Singapura)

SEMARANG, KalderaNews.com – Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya meminta generasi muda untuk melihat tantangan ekonomi global, termasuk disrupsi menuju ekonomi digital sebagai bagian dari fenomena transformasi global yang harus dihadapi dengan optimisme dan percaya diri serta kerja keras.

Di tengah ketidak-pastian ekonomi dunia yang masih berlanjut yang antara lain dibayangi dengan ancaman trade wars, generasi muda Indonesia justru harus menyikapi hal tersebut untuk berbenah diri dan meningkatkan daya saing mereka serta memahami dan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan peningkatan penanaman modal asing serta stabilitas politik dan keamanan, Indonesia menjadi salah satu daya tarik penanaman modal asing.

BACA JUGA:
Dubes Oegroseno: Indonesia is open for Business
Sultan Brunei Panen Perdana Padi Asal Indonesia
Dubes Ngurah Swajaya Tawarkan Belitung pada Investor Aquaculture Singapura

“Aspirasi dari kalangan bisnis dan stakeholders lainnya di Singapura yang berkembang, banyak yang memuji morning proses transformasi politik, pembangunan infrastruktur, ease of doing business dan potensi ekonomi Indonesia saat ini, termasuk bidang ekonomi digital,” tegasnya saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.

“Kepercayaan dan daya tarik investor Singapura untuk menanamkan modalnya di Indonesia sangat tinggi dan trend saat ini Indonesia masih menjadi destinasi paling menarik untuk investasi baru dan perluasan investasi mereka. Indonesia juga menjadi destinasi menarik untuk ekonomi digital, khususnya pengembangan usaha rintisan (start up),” imbuhnya.

Menurut Dubes Ngurah potensi ekonomi digital Indonesia saat ini masih terbesar di ASEAN dengan adanya 4 unicorn tech dari hanya sekitar 7 di ASEAN. Kreativitas dan talenta muda Indonesia merupakan motor utama tumbuhnya 4 unicorn asal Indonesia yang dikembangkan usaha rintisan anak bangsa yang saat ini memiliki valuasi ekonomi di atas US$ 1 milyar. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*