Data Harus Akurat Agar Kebijakan Pendidikan Tidak Keliru

Prihatin, Anak TKI Ternyata Dilarang Belajar di Sekolah Kebangsaan Malaysia
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berbicara dengan anak-anak usia sekolah di Tawau saat melakukan kunjungan ke beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) di Tawau, Malaysia, Kamis, 24 Januari 2019 (KalderaNews/Kemendikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan pentingnya data yang akurat bagi pengambilan keputusan dan perancangan kebijakan strategis dalam rangka memajukan pendidikan dan kebudayaan.

“Penting bagi kita melakukan klarifikasi terhadap data-data yang masuk kepada kita. Agar dalam mengambil kebijakan juga tepat, jangan sampai keliru,” pesan Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Pendataan Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019, di Jakarta, Rabu, 13 Maret 2019.

Menurutnya, para pembuat kebijakan tidak dapat berbuat banyak tanpa asupan data yang berkualitas.

BACA JUGA:
Melalui Sistem Zonasi, 5 Masalah Ini Perlu Dibenahi
InDelftnesia 2019: Ajang Pelajar Indonesia Memaknai Keberagaman
5 Fakta dan Data Terkini Tentang Guru di Indonesia

“Saya yakin orang yang berkutat dengan data adalah orang yang memiliki idealisme dan dedikasi atau semangat pengabdian yang tinggi,” kata Muhadjir.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Didik Suhardi mengatakan bahwa Kemendikbud telah memiliki data yang terintegrasi dari berbagai jalur dan jenjang pendidikan.

“Tahun 2019 ini kita sudah bisa menyajikan data secara komplit dan semuanya telah berbasis sistem. Sekarang kita bisa menyajikan data secara real time,” tutur Sesjen Didik dalam laporannya.

Ditambahkannya, data yang telah dihimpun dan diolah Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) menjadi dasar pengambilan kebijakan sistem zonasi yang bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses layanan dan mutu pendidikan nasional.

Ia menjelaskan, Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud tidak hanya melibatkan para pengelola data pokok Dikdasmen, serta data pokok PAUD dan Dikmas dalam rakornas tahun ini. Namun, untuk pertama kalinya, para pengelola data kebudayaan serta pengelola data bahasa dan sastra turut bergabung untuk menyamakan persepsi dalam membangun data pokok pendidikan dan kebudayaan yang berkualitas. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*