Film Harus Jadi Media Inspirasi dan Literasi untuk Guru dan Siswa

Film Dilan 1991
Film Dilan 1991 (KalderaNews/Ist)

BOGOR, KalderaNews.com – Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbangfilm) Kemendikbud, Maman Wijaya, mengatakan dewasa ini banyak daerah yang mereka paling bagus dalam pengembangan perfilman, padahal daerah lain masih lebih bagus lagi. Rapat Koordinasi Pengembangan Perfilman 2019 adalah sarana untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam pengembangan perfilman,

“Setelah penyelenggaraan Rakor ini saya berharap pelayanan dalam pengembangan perfilman bisa cepat dan tidak rumit, sehingga dapat meningkatkan produksi film nasional. Tahun 2018 sudah terdapat 148 produksi film yang beredar,” terang Maman.

BACA JUGA:
Bekraf RI Teken MoU dengan Tatino Film di Berlin Guna Genjot Perfilman Indonesia
300 Penari Indonesia Tampil Ciamik di Chingay Parade Singapore 2019
Mimpi Jadi Kota Musik Dunia ke-18 Versi UNESCO? Ini yang Sebaiknya Dilakukan Ambon

Tidak hanya jumlah produksi film yang meningkat setiap tahunnya, tetapi jumlah penonton selama 5 tahun terakhir juga semakin meningkat. Dari 32 juta penonton pada tahun sebelumnya, pada tahun 2018 meningkat sekitar 48 juta penonton.

Maman berharap melalui rapat koordinasi Pengembangan Perfilman ini dapat meningkatkan sinergisitas program dan pembinaan perfilman antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan perfilman; meningkatkan kualitas perfilman yang berdaya saing dan memiliki konten nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta pembangunan karakter bangsa, serta; meningkatkan kualitas layanan perizinan kegiatan dan usaha perfilman.

“Film harus menjadi media inspiratif dan media literasi, sehingga program pembelajaran menjadi lebih efektif. Dengan itu, diharapkan banyak guru dan siswa yang memiliki kreatifivas dan kemampuan untuk memanfaatkan film sebagai sarana mewujudkan prestasi,” pungkas Maman. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*