Gokil Abis, Siswi PENABUR ini Dapat Beasiswa Penuh Hingga Master di University of Oxford

Alumni PENABUR, Kezia Tania Susanto
Kezia Tanesha Susanto (18), alumni PENABUR Secondary Kelapa Gading (PSKG) berhasil kuliah di University of Oxford dengan beasiswa penuh Jardine Scholarship (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Siswi PENABUR Secondary Kelapa Gading ini awalnya hanya menganggap mimpi bisa kuliah di University of Oxford dengan Jardine Scholarsip, namun berawal dari sekadar coba-coba mimpi ituy benar-benar terwujud. Kezia Tanesha Susanto (18) berhasil mendapatkan beasiswa dari Jardine Foundation dan kuliah hingga master (4 tahun) di University of Oxford (Universitas Oxford) di UK.

Diketahui, Jardine Foundation pada dasarnya menawarkan full scholarship studi di dua universitas paling bergengsi di Inggris, yakni University of Oxford dan University of Cambridge (Baca: Info Beasiswa Jardine). Beasiswa penuh ini mencakup biaya kuliah yang dibayarkan langsung ke universitas, tunjangan biaya hidup, asuransi kesehatan dan biaya penerbangan ke dan dari Inggris.

Beasiswa diberikan untuk program kuliah di Oxford University (Exeter, Oriel, Queen’s, Trinity) dan University of Cambridge (Downing, Magdalene, Peterhouse, Trinity). Pada saat mengajukan beasiswa, pendaftar biasanya harus telah mendaftar di salah satu dari college di atas dan telah lolos ujian masuk yang diminta.

BACA JUGA:
Yuk, Cek Persyaratan Beasiswa S1 di Universitas Bergengsi Oxford dan Cambridge di Inggris Ini
Beasiswa Double Degree 1+1 MBA di Oxford Tutup Awal Januari 2019
Beasiswa S1 Penuh di University of Oxford Inggris Tutup 13 Februari 2019
Ini Tempat Daftar Beasiswa S2 dan S3 Clarendon di University of Oxford 2019/2020

Kezia, begitu ia biasa disapa, tahu tentang Jardine Scholarship dari papanya yang dulu sempat kerja di Astra.

“Waktu pertama kali tahu Jardine Scholarship, awalnya nggak berani. Itu hanya sejauh mimpi aja untuk dapat scholarship itu. Apalagi, belum tentu bisa masuk Oxford University. Makanya, waktu apply ke situ, udah lah hanya coba-coba saja, siapa tahu masuk,” akunya saat berbicara pada KalderaNews.

Ternyata setelah apply semuanya dengan sangat lengkap, ia lolos ke tahap selanjutnya.

“Website mereka itu bener-bener butuh semua informasi yang harus dimasukin. Setelah saya masukin, saya lolos ke tahap selanjutnya yaitu interview pakai automated machine. Jadi, yang pertama kali interview saya itu mesin. Setelah dapat programnya, saya masukin data diri dan saya langsung interview di depan komputer,” kisah peserta didik PSKG yang baru saja berstatus alumni.

Tahap ini pun berlangsung mulus. Setelah itu ia diundang bersama sekitar 20 orang dari seluruh Asia untuk datang interview secara langsung ke Hong Kong, dimana tiket dan akomodasinya telah disiapkan mereka.

Saat interview di Hong Kong, ia kembali ditanya berbagal hal dan setelah itu mereka hanya mengambil 50 persen dari yang datang interview.

“Jadi kompetisinya memang berat dan puji Tuhan saya sampai tahap mendapatkan scholarship,” akunya senang-senang tersipu malu. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*