Dubes RI untuk AS yang Baru Hadiri Indonesia Luncheon di Iowa

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar menghadiri Indonesia Luncheon yang dihadiri oleh lebih dari 50 pengusaha di Des Moines, ibukota negara bagian Iowa, Amerika Serikat pada 6 Mei 2019 lalu (KalderaNews/KJRI Chicago)

IOWA, KalderaNews.com – Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Mahendra Siregar menghadiri Indonesia Luncheon yang dihadiri oleh lebih dari 50 pengusaha di Des Moines, ibukota negara bagian Iowa, Amerika Serikat pada 6 Mei 2019 lalu.

“Indonesia saat ini merupakan the largest presidential democracy in the world, dengan jumlah suara pemilih sebesar 81% atau 153 juta orang pada pemilihan umum yang berlangsung hanya dalam 5 jam pada tanggal 17 April 2019 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden serta 20.000 calon anggota DPR,” tegasnya.

Menurutnya, tidak mudah untuk memelihara demokrasi di situasi yang turbulence seperti saat ini. Namun Indonesia berhasil menunjukan ke dunia internasional dalam pemilu yang baru lalu dengan tingkat partisipasi yang tinggi, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:

Ia menegaskan Indonesia merupakan salah satu ekonomi terbesar di dunia dan merupakan anggota G-20 dengan jumlah total GDP US$ 1,1 triliun, ke-16 terbesar di dunia, dengan kekuatan daya beli sebesar US$ 4 triliun serta memiliki demographic dividend atau penduduk usia produktif yang terus meningkat.

Indonesia juga memperlihatkan capaian ekonomi yang mengesankan dan berhasil mempertahankan ekonomi yang vibrant dan mencapai pembangunan infrastruktur di luar Jawa yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini, disamping pendidikan dan kesehatan.

Dalam 6 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi berjalan stabil, berkisar antara 5,1%-5,2% per tahun, yang akan terus berlanjut di masa mendatang. Demikian juga dengan tingkat inflasi yang rendah, yaitu 3% dalam beberapa tahun terakhir serta diharapkan akan lebih rendah lagi, serta berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 9%”, kata Duta Besar Siregar.

Mengenai hubungan kedua negara, ia mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat memiliki hubungan strategis yang sangat kuat dan sangat stabil. Tahun ini hubungan diplomatik kedua negara mencapai usia 70 tahun, yang secara resmi berlangsung sejak 28 Desember 1949, dimana Amerika Serikat merupakan salah satu negara utama yang mendukung kemerdekaan RI.

Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki hubungan strategis yang baik di bidang politik dan pertahanan, terangnya,namun masih harus ditingkatkan lagi di sektor perdagangan dan investasi. Terdapat potensi besar di sektor pertanian dan holtikultura dan industri turunannya yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh kedua pihak.

“Perdagangan bilateral pada tahun 2018 mencapai US$ 30 milyar dan saya mendorong pengusaha kedua negara untuk membangun hubungan yang lebih strategis, tidak hanya antara B to B dan company to company, tetapi membangun hubungan ke arah yang lebih luas sebagai suatu kelompok guna memanfaatkan berbagai potensi yang ditawarkan Indonesia,” sarannya.

Kunjungan Duta Besar Mahendra Siregar ke Iowa bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Duta Besar RI yang baru untuk Amerika Serikat kepada Gubernur Iowa, Kim Reynolds dan sekaligus mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Iowa.

Iowa merupakan salah satu dari 13 negara bagian di kawasan Midwest yang menjadi wilayah kerja KJRI Chicago, yang terdiri dari Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Kentucky, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, South Dakota, Ohio, dan Wisconsin.

Nilai total perdagangan Indonesia- Midwest tahun 2018 tercatat sebesar US$ 4.716.837.435, naik sebesar US$ 90.470693 (1,95%) dibanding tahun 2017. Sedangkan nilai total perdagangan Indonesia-Iowa pada tahun 2018 mencapai US$ 94.874.389, naik 32% dari tahun 2017 yang mencapai US$ 71.864.026. Iowa berada di peringkat ke-10 mitra dagang terbesar Indonesia di Midwest.

Lima komoditi ekspor utama Indonesia ke Iowa adalah antara alas kaki, coklat dan produk persiapan pengolahan coklat, reaktor nuklir, mebel, dan tempat tidur, pakaian dan aksesoris rajut. Sedangkan dari Iowa, Indonesia antara lain mengimpor produk bahan kimia, reaktor nuklir, industri makanan hewan, daging dan bahan olahan daging, dan gula.

Dalam kunjungan tersebut Duta Siregar Mahendra juga mengadakan pertemuan dengan dua perusahaan Iowa yang telah melakukan investasi di Indonesia, yaitu Principal International dan Pioneer Seeds Inc / Pioneer Overseas Corporation/Corteva guna membahas hal-hal penting untuk meningkatkan bisnis kedua perusahaan tersebut di Indonesia. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*