Ini 3 Fokus Pembangunan Manusia di Sektor Pendidikan Songsong Indonesia Emas 2045

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (KalderaNews/Kemendikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan peta jalan pembangunan manusia yang akan menjadi landasan dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Jika sebelumnya pemerintah giat membangun infrastruktur fisik, dijelaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy bahwa infrastruktur merupakan prasyarat pembangunan. Saat ini, fokus Pemerintah adalah pembangunan manusia.

“Hakikat pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya. Tanpa pembangunan manusia, maka tidak ada pembangunan,” katanya.

BACA JUGA:

Pembangunan manusia merupakan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Bukan hanya tugas Kemendikbud atau kementerian dan lembaga di tingkat pusat saja. Namun juga diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, antarlembaga, juga masyarakat, jelas Muhadjir Effendy.

Mendikbud pun menegaskan tiga fokus pembangunan manusia di sektor pendidikan saat ini:

  1. Jenjang PAUD
    Dibantu Kementerian Desa (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), pemerintah membangun PAUD di desa-desa. Sudah ada sekitar 140 ribu PAUD untuk mendidik anak-anak kita sejak dini. “Tahun lalu, Kemendikbud mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar 4 triliun untuk bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) PAUD. Tahun ini naik menjadi 6 triliun,” terangnya.
  2. Jenjang Pendidikan Dasar
    Kemendikbud menggulirkan penguatan pendidikan karakter. Karakter itu ibarat fondasi. Kalau fondasinya kuat, maka setinggi apapun bangunan itu, akan berdiri kokoh. “Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, terampil, dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter yang baik, akhlakul karimah. Sekarang ini dasarnya sudah jelas. PP Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter,” tambah Muhadjir.
  3. Jenjang Pendidikan Menengah
    Pemerintah terus berupaya menyiapkan keterampilan dan kecakapan hidup generasi mendatang. Keterampilan dan kecakapan mental untuk menghadapi dunia kerja maupun jenjang pendidikan berikutnya. “Karena infrastruktur sudah terbangun dengan baik maka tenaga yang cakap dan terampil diperlukan untuk mengisi lapangan kerja yang terbuka sebagai dampak pembangunan fisik itu,” ungkap Mendikbud. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*