Jangan Sampai Siswa Belajar, Guru Asyik Main HP

Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di Medan
Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) bidang Bangunan dan Listrik (BBL) 2019, Medan, Sumatra Utara (KalderaNews/Kemendikbud)

MEDAN, KalderaNews.com -Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriano menegaskan peran guru sebagai pendidik akan membuatnya tetap eksis dan tak tergantikan oleh teknologi.

“Guru tetap dibutuhkan, guru tetap eksis, walaupun model pembelajaran bisa berubah. Namun, peran sebagai pendidik tetap menjadi suatu kekuatan,” terang Supriano baru-baru ini di acara pembukaan Pekan Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) bidang Bangunan dan Listrik (BBL), Medan, Sumatra Utara.

Ia mengakui perkembangan zaman dengan adanya revolusi industri 4.0 akan menggeser beragam jenis pekerjaan. Beberapa jenis pekerjaan yang ada segera tergantikan oleh teknologi, begitu pula dengan para pelakunya yang dapat digantikan oleh teknologi.

BACA JUGA:

Namun hal ini tidak berlaku bagi pendidik asalkan direspons tidak hanya pada sisi teknis saja, tetapi juga dalam perubahan karakter baik peserta didik maupun pendidik.

“Jika revolusi industri 4.0 tidak dibarengi dengan perubahan karakter maka akan menggangu proses pembelajaran,” tandasnya.

Ditambahkannya, proses pembelajaran yang baik tidak hanya bertumpu pada faktor teknis saja. Namun harus juga dibarengi dengan karakter guru sebagai pendidik yang baik.

“Jangan sampai siswa belajar, guru asyik main HP. Ketika kita ramai membicarakan tentang revolusi industri, tetapi karakter tidak kita perbaiki, maka akan berat kita mencapai proses pembelajaran yang baik,” tandasnya. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*