Penerima Beasiswa StuNed 2019, Muda dan Berkarakter Entrepreneurial




Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono di acara Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019
Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono di acara Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019 di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019 (KalderaNews/Fajar H)

JAKARTA, KalderaNews.com – Wajah-wajah penuh semangat berkumpul dalam suatu sesi yang diadakan khusus untuk mereka yang terpilih sebagai penerima Beasiswa StuNed 2019 “Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019” di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019.

Para awardees disambut hangat oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, didampingi Staf Penasihat Bagian Politik Kedutaan Belanda di Jakarta, Roy Spijkerboer, Koordinator Tim Beasiswa, Indy Hardono,
Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari, dan Ketua Ikatan Alumni StuNed (I Am StuNed), Immanuel Hutasoit.

Suasana penuh warna ini juga menandai betapa beragamnya Indonesia yang kemudian dapat disatukan dengan tekad untuk memberi yang terbaik bagi negeri.

BACA JUGA:

Muda dan berkarakter entrepreneurial, begitulah gambaran umum profil pelamar beasiswa StuNed Master tahun ini. Mereka yang kemudian terpilih, setelah melewati serangkaian tahapan seleksi yang sangat ketat, juga nyatanya datang dengan latar belakang yang sungguh sangat beragam.

Selain itu, prioritas yang biasanya diberikan kepada beberapa kelompok pelamar dengan keistimewaan, tidak lagi menjadi pintu masuk bagi kelompok tersebut untuk mendapatkan beasiswa.

StuNed adalah salah satu beasiswa yang tidak lagi memberikan keistimewaan tersebut. Namun demikian profil penerima beasiswa StuNed tahun ini menunjukkan peningkatan distribusi yang cukup beragam dari kelompok dimaksud.

Staf Penasihat Bagian Politik Kedutaan Belanda di Jakarta, Roy Spijkerboer
Staf Penasihat Bagian Politik Kedutaan Belanda di Jakarta, Roy Spijkerboer menyerahkan award pada penerima Beasiswa StuNed 2019 di acara Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019 di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

Koordinator Tim Beasiswa, Indy Hardono beralasan kualitas pendidikan di Indonesia secara umum cukup menggembirakan dengan mulai banyaknya pelajar Indonesia dari kelompok ini yang diterima oleh berbagai perguruan tinggi berkelas dunia.

Belanda masih menjadi tujuan bagi pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di beberapa bidang “klasik” seperti hukum, pertanian, dan teknik sipil, terutama yang berhubungan dengan pengelolaan air dan pembangunan infrastruktur.

Nuffic Neso Indonesia yang diwakili oleh Indy Hardono optimis bahwa tingkat keberhasilan suatu program beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kuantitas penerima, namun juga oleh kualitas penerima beasiswa tersebut. Hal ini sangat terlihat dari profil penerima beasiswa StuNed 2019.

Penerima Beasiswa StuNed 2019
Sebanyak 31 mahasiswa dan profesional muda Indonesia penerima beasiswa StuNed 2019 berpose bersama Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, Staf Penasihat Bagian Politik Kedutaan Belanda di Jakarta, Roy Spijkerboer, dan Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono di acara Welcoming Session StuNed Master Awardees 2019 di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

Peter van Tuijl, dalam sambutannya pada acara dimaksud mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu mimpi anda yang akan segera menjadi kenyataan dalam mengambil peran aktif untuk membangun Indonesia. Peter juga menekankan kepada para awardees, bahwa di era dimana interdisciplinary ilmu pengetahuan adalah suatu keniscayaan, untuk selalu berkolaborasi agar memberikan dampak yang lebih berarti bagi masyarakat.

Welcoming session tersebut pada intinya diperuntukkan sebagai sesi dimana para awardees menerima, serta menandatangani StuNed Scholarship Award Letter, yang diserahkan langsung oleh Peter van Tuijl selaku Direktur Nuffic Neso Indonesia, dan disaksikan oleh perwakilan Kedutaan Belanda, Roy Spijkerboer.

Turut hadir para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni StuNed (I Am StuNed) yang memberikan support dan berbagi pengalaman hidup dan studi di Belanda sampai dengan selesai. Para penerima beasiswa StuNed ini nantinya akan menyebar ke masing-masing universitas tujuan mereka di Belanda, yang secara umum awal tahun ajarannya akan mulai di September. Dan, seluruh rangkaian acara ini kemudian ditutup dengan ifthar bersama. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*