Sisi Lain Dipasukha Edbert, Peraih Nilai UN Tertinggi 2019 Jawa Barat




Peraih Nilai UN IPA 2019 Tertinggi di Jawa Barat
Dipasukha Edbert (depan paling kanan) bersama tim relawan Tzu Chi PIK (KalderaNews/Dok.Pribadi)

BEKASI, KalderaNews.com – Nama peraih nilai tertinggi (sempurna: 400) UN IPA 2019 jenjang SMA dari Provinsi Jawa Barat ini tergolong unik. Nama lengkapnya Dipasukha Edbert. Siswa SMAK PENABUR Harapan Indah Bekasi ini menyandang nama dari bahasa Pali di India “Dipasukha”.

“Dipa artinya pulau atau pelita. Sukha artiya kebahagian. Kalau digabung Dipasukha menjadi pulau kebahagiaan. Orang tua saya berharap saya menjadi pribadi yang bisa memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang-orang sekitar saya,” kisahnya saat berbincang dengan KalderaNews baru-baru ini.

“Edbert sendiri kan artinya murah hati. Jadi, saya juga diharapkan menjadi orang yang murah hati dan rendah hati serta bisa memberikan hal-hal yang positif di lingkungan sekitar,” imbuh anak pertama dari dua bersaudara ini.

BACA JUGA:

Tak hanya memiliki nama yang unik. Di luar dugaan, remaja yang akan studi lanjut ke Singapura ini (BACA:Peraih Nilai UN Tertinggi 2019 di Jawa Barat Ini Pilih Kuliah ke Singapura) , tidak seperti kebanyakan “anak cerdas” atau “jenius” yang kebanyakan orang bayangkan dan persepsikan.

Saat mendengar kata anak cerdas, pintar atau jenius yang langsung terlintas di benak pikiran adalah pendiam, kutu buku, suka memojok, wajahnya serius, kurang gaul dan hal-hal lainnya yang melahirkan persepsi “suka menyendiri dan nggak gaul”.

“Saya itu menyeimbangkan juga antara kehidupan akademik, sosial dan juga kesehatan. Saya sebenarnya tidak melulu-melulu belajar seperti yang dipikirnya banyak orang (persepsi stereotipnya). Ada banyak kegiatan sosial kemasyarakatan yang saya ikuti baik di sekolah maupun di luar sekolah.”

Peraih Nilai UN IPA 2019 Tertinggi di Jawa Barat
Dipasukha Edbert menjadi tim relawan Yayasan Buddha Tzu Chi di sebuah acara pentas seni (KalderaNews/Dok.Pribadi)

“Saya berpartisipasi di yayasan internasional ‘Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia’. Saya sudah ikut kelasnya selama lebih 10 tahun dan dalam 2 tahun terakhir ini jadi relawan di sana. Ada baksos, kunjungan panti asuhan, panti jombo dan lain-lainnya.”

Ia pun berpandangan, kesuksesan dalam studinya tak lepas dari penyeimbangan berbagai aspek kehidupan yang tak melulu akademik. Namun satu hal yang tak boleh mati adalah mimpi.

“Jangan takut untuk bermimpi besar. Bermimpilah setinggi langit. Jadi kalau pun jatuh, setidaknya jatuhnya di antara bintang-bintang.”

Pada akhir perbincangan dengan KalderaNews, ia pun memberikan 3 tips bagi siapa pun agar sukses dalam Ujian Nasional (UN) dari pengalamannya sendiri:

  1. Punya Komitmen yang Kuat
    Komitmen itu hal yang utama. Jadi, kita bisa bagi waktu, manfaatin kesempatan, melihat, mencari dan menangkap peluang yang ada. Untuk setiap tantangan itu, enjoy aja. Bukan dianggap sebagai beban, tapi tantangan yang akan dilewati.
  2. Menyeimbangan Istirahat, Makan dan Belajar
    Jangan terus dipacu untuk belajar tanpa stop dan nggak memperhatikan istirahat dan makan. Isrirahat itu krusial untuk bisa meningkatkan konsentrasi otak. Makanan yang diasup pun harus bernutrisi dan nggak banyak micin.
  3. Rajin Beribadah dan Berdoa
    Dengan terus berdoa dan dengan bantuan Tuhan, nggak ada yang mustahil. Namun, kita juga nggak boleh lupa bersyukur pada Tuhan dengan apa yang kita punya sekarang. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*