Sukses UN 2019, Devita: Dengerin Arahan Guru di Sekolah

Devita Rahmadani Halim, peserta didik dari SMAK 1 PENABUR Jakarta peraih rata-rata nilai UN IPA 2019 peringkat ke-3 di DKI Jakarta (KalderaNews/Dok. Pribadi)

JAKARTA, KalderaNews.com – BPK PENABUR Jakarta sukses mencetak jagoan-jagoan Ujian Nasional (UN) 2019. Tak mengherankan, sekolah-sekolah jenjang SMA di bawah naungan BPK PENABUR Jakarta mendominasi peringkat di DKI Jakarta.

Salah satu siswa PENABUR yang berhasil nangkring di peringkat 3 DKI Jakarta dengan nilai rata-rata 99,50 adalah Devita Rahmadani Halim (17) dari SMA Kristen 1 Penabur.

Remaja berusia 17 tahun yang akrab disapa Devita ini meraih nilai untuk Bahasa Indonesia: 100,00 Bahasa Inggris: 98,00, Matematika: 100,00 dan Fisika: 100,00.

BACA JUGA:

Saat berbicara dengan KalderaNews, Divita mengaku tahu kalau mendapatkan peringkat 3 (red: sejatinya nilainya sama persis dengan peringkat kedua) justru dari teman-temannya.

“Saya pertama kali dapat informasinya dari temen setelah itu dari sekolah. Saya senang dan kaget karena nggak nyangka dapat nilainya segitu,” akunya melalui jaringan telepon.

Ia lantas bercerita pengalaman persiapannya menghadapi UN. Kuncinya, katanya, “Dengerin arahan guru dari sekolah terus di rumah review aja dan ikut latihan-latihan di sekolah.”

Devita Rahmadani Halim, peserta didik dari SMAK 1 PENABUR Jakarta peraih rata-rata nilai UN IPA 2019 peringkat ke-3 di DKI Jakarta
Devita Rahmadani Halim, peserta didik dari SMAK 1 PENABUR Jakarta peraih nilai UN IPA 2019 peringkat ke-3 di DKI Jakarta bersama teman-temannya (KalderaNews/IG:@devitahalim)

Menyikapi nilai Bahasa Inggris yang belum sempurna, akunya, ada satu soal yang ia rasa sangat ragu.

“Sebenarnya ada beberapa, cuma ada yang paling ragu,” aku Devita yang ternyata sudah diterima kuliah di Univerversity of Melbourne jurusan Bio-Medicine.

“Jurusan ini tentang IPA-Biologi yang penerapannya di bidang medis. Harapannya, kerjanya nanti sesuai dengan yang aku suka karena aku suka IPA,” aku anak ke-4 dari 5 bersaudara yang biasa belajar di luar sekolah 1-2 jam per hari, entah di rumah atau bersama teman.

“Dengerin arahan guru di sekolah, di sekolah kalau ada latihan dikerjain, jangan stres-stres perlu imbangin dengan istirahat, jangan belajar terus-terus nanti stres. Itu aja,” pesan remaja yang hobi musik piano, main game dan menggambar itu. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*