Ingin Kuliah di Negeri Jiran Malaysia, Simak Hal Penting Ini




Ilustrasi: Kuliah di Malaysia

JAKARTA, KalderaNews.com – Negeri jiran, Malaysia telah menjadi salah satu negara yang diminati calon mahasiswa Indonesia, baik S1 maupun S2. Selain jarak yang tak terlalu jauh, budaya dan bahasanya pun tak jauh berbeda. Biaya kuliah dan ongkos hidup juga tak semahal kuliah di Australia atau Eropa. Nah, bagi kamu yang ingin kuliah di Malaysia, simak beberapa hal penting berikut ini:

Banyak Pilihan, Jurusan Beragam
Malaysia memiliki sekitar sembilan universitas yang masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia, seperti Universiti Malay (UM), Universiti Kebanggaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Malaysia juga mewajibkan semua universitas menjalankan proses sertifikasi lembaga khusus dari kementerian pendidikan setempat. Jadi, hampir semua universitas dipastikan memiliki akreditasi yang diakui negara.

Di Malaysia, calon mahasiswa juga ditawarkan aneka jurusan, termasuk jurusan-jurusan yang jarang ada, seperti Human Development, Corporate dan Marketing Communication, Teknobiomedik, Ilmu Aktuaria, Teknik Ekonomi Konstruksi, Fashion Marketing, Game Development dan Multimedia Arts.

Nah, satu hal yang perlu kamu ingat bahwa kuota penerimaan calon mahasiswa asing di universitas negeri Malaysia biasanya dibatasi sampai lima persen saja. Namun, untuk universitas swasta tak ada batasan kuota.

BACA JUGA:

Kuliah Murah, Hidup tak Susah
Biaya kuliah di Malaysia tak jauh beda dengan di Indonesia. Universitas negeri juga tentu lebih murah daripada universitas swasta. Untuk program studi strata satu, paling mahal jurusan kedokteran, setelah itu jurusan teknik, teknologi informasi, dan ekonomi.

Biaya hidup di Malaysia pun hampir sama dengan di Indonesia. Untuk tempat tinggal, biasanya universitas menyediakan fasilitas akomodasi untuk mahasiswanya. Selain harganya lebih terjangkau, jarak ke kampus juga pasti lebih dekat.

Waktu Pendaftaran
Tahun akademik S1 di Malaysia dimulai September. So, biasanya periode pendaftaran sekitar Mei-Juni. Sementara pengumuman kelulusan pada Juli-Agustus. Tapi, itu hanya perkiraan saja, karena setiap universitas biasanya memiliki waktu pendaftaran calon mahasiswa yang berbeda-beda. Jadi, jika kamu memang berminat kuliah di Malaysia, segera pantau laman universitas pilihan kamu dan ikuti semua petunjuk pendaftaran calon mahasiswa.

Student Pass
Di Malaysia, visa belajar dikenal dengan Student Pass. Secara garis besar, berikut cara mendapatkan Student Pass.

  • Pastikan universitas yang kamu tuju memiliki ijin dari Ministry of Home Affairs untuk menerima pelajar asing.
  • Setelah mendapatkan offer letter dari universitas, kamu harus mengurus Visa Approval Letter (VAL) di lembaga Education Malaysia Global Services (EMGS).
  • Setelah VAL terbit, lalu kamu perlu membuat Single Entry Visa (SEV) di Kedutaan Malaysia. Visa ini berlaku tiga bulan, sebelum kamu mendapatkan Student Pass.
  • Setelah mengantongi SEV dan sampai di universitas tujuan di Malaysia, kamu akan mengurus Student Pass. Berikan semua persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat Student Pass. Pihak universitas yang akan membantu mengubah SEV menjadi Multi Entry Visa (MEV) yang berjenis Student Pass.
  • Selanjutnya setelah membuat Student Pass, kamu perlu mengurus Student Bond atau Personal Bond, semacam surat tanggungan biaya yang menyatakan bahwa kamu sudah memenuhi semua syarat keimigrasian untuk sekolah dan tinggal di Malaysia. Jumlahnya bervariasi. Untuk mahasiswa dari Indonesia biasanya sekitar RM500 atau bekisar Rp1,8 juta. Uang ini semacam deposito yang akan dikembalikan jika masa kuliah kamu di Malaysia sudah usai.

Nah, itulah beberapa hal penting yang perlu kamu ketahui, jika ingin mengais ilmu ke negeri jiran Malaysia. Semoga bermanfaat! (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*