Wow, Baju Bali Was Beautiful, Pukau Pengunjung Festival di Swedia

Post 1

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-6552035690024734”,
enable_page_level_ads: true
});
</script>

International Fashion Show and Food Festival di Swedia
Busana tradisional Bali, Sumatra Barat, dan Lampung di "International Fashion Show and Food Festival” yang diselenggarakan oleh Diplomatic Spouses Club Stockholm (DSCS) di Swedia, Senin, 3 Juni 2019 (KalderaNews/KBRI Stockholm)

STOCKHOLM, KalderaNews.com – ”Wow, it was beautiful,” begitu ungkapan salah satu tamu undangan yang terkesima dengan penampilan model yang tengah memperagakan baju tradisional Bali di atas catwalk.

Senin, 3 Juni 2019 lalu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Stockholm bekerja sama dengan KBRI dan komunitas WNI di Stockholm turut serta dalam pagelaran ”International Fashion Show and Food Festival” yang diselenggarakan oleh Diplomatic Spouses Club Stockholm (DSCS).

BACA JUGA:

Terdapat 3 busana tradisional yang ditampilkan, yaitu Bali, Sumatra Barat, dan Lampung. Yang menarik adalah busana tradisional Bali yang ditampilkan secara berpasangan oleh Ibu Dian Varamita Sari Dempo dan suaminya yang adalah orang Swedia, Mr. Fredrik Ove Steveling. Mr. Fredrik yang sudah terbiasa dengan kultur Bali tidak canggung berlenggak-lenggok lengkap dengan ”Udeng” di kepalanya.

Ibu Sumaningsih Retno Savitri Hapsoro, istri dari Dubes RI, Bagas Hapsoro, menuturkan bahwa dirinya bangga busana tradisional Indonesia dapat ditampilkan di hadapan para Duta Besar dan pejabat-pejabat Diplomatik dari berbagai negara dan juga pejabat-pejabat pemerintahan Swedia.

International Fashion Show and Food Festival di Swedia
Busana tradisional Bali, Sumatra Barat, dan Lampung di “International Fashion Show and Food Festival” yang diselenggarakan oleh Diplomatic Spouses Club Stockholm (DSCS) di Swedia, Senin, 3 Juni 2019 (KalderaNews/KBRI Stockholm)

Setelah pagelaran busana selesai, seluruh tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi finger food (kue-kue) tradisional dari masing-masing negara. Indonesia menyajikan onde-onde, yang ternyata sangat digemari oleh orang-orang Swedia. ”Padahal kami bawakan 100 porsi, tapi animonya tinggi, cepat habisnya.”, tutur Nova, staf KBRI yang ditugasi menjaga stand Indonesia.

”International Fashion Show and Food Festival” adalah pagelaran pertama dari DSCS yang mengkombinasikan antara pagelaran busana tradisional dan festival makanan tradisional. Total 35 negara mengikuti pagelaran busana tersebut, dan 27 negara yang turut andil dalam menyajikan kue-kue tradisional masing-masing negaranya. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*