HUT BPK PENABUR Ke-69: Mempersiapkan Generasi BEST di Era Disrupsi




Keseruan Festival "Chess In School" BPK PENABUR Jakarta 2019
Ketua BPK PENABUR Jakarta, Antono Yuwono bersama awak media di sela-sela Festival “Chess in School” 2019 yang diselenggarakan oleh BPK PENABUR Jakarta bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) di Aula SMAK 1 PENABUR, Jl. Tanjung Duren Raya No.4, Jakarta Barat, Sabtu, 12 Januari 2019 (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Revolusi Industri 4.0 yang mengakibatkan disrupsi menjadi tantangan sekaligus tanggungjawab besar dalam mempersiapkan masa depan generasi muda. Di Era Disrupsi ini BPK PENABUR yang merayakan HUT ke-69, tepatnya pada 19 Juli 2019, menyadari kemana dan bagaimana harus melangkah.

Sebagai bagian dari BPK PENABUR, BPK PENABUR Jakarta yang saat ini mengelola 80 sekolah, dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 32 ribu terus fokus mencetak generasi BEST (Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, Trust in God).

BACA JUGA:

Generasi BEST adalah generasi yang memiliki karakter tangguh yaitu semangat pantang menyerah, kiprahnya mendunia, mau berbagi dengan sesama serta mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Untuk mencetak generasi BEST, BPK PENABUR Jakarta terus mengembangkan metode pembelajaran seperti Project Base Learning, Computational Thinking, 4C (Communication, Collaborative, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation), sehingga peserta didik menjadi pembelajar seumur hidup.

Tidak kalah penting yaitu pendidikan Karakter berbasis nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian Generasi BEST menjadi generasi yang mampu bertahan dalam zaman yang berubah dengan cepat.

“BPK PENABUR Jakarta berkomitmen membentuk anak-anak muda yang tidak hanya berkarakter, tapi juga tangguh dan mampu bersaing di era disrupsi berlandaskan iman Kristiani,” tegas Ir. Antono Yuwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta.

Dalam mendukung tema besar “BPK PENABUR BERANI BERUBAH: Semakin Peduli dan Berbagi”, BPK PENABUR Jakarta juga akan berbagi ke berbagai daerah termasuk PENABUR di kota-kota lain sebagai satu keluarga besar. “BPK PENABUR hari ini bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, kotanya sendiri, sekolahnya sendiri, tetapi harus berani mengambil tanggung jawab untuk menjadi sebuah rumah besar dengan jangkauan lebih luas sehingga BPK PENABUR menjadi lembaga pendidikan yang semakin peduli dan berbagi,” kata Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi, memungkasi. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*