579 Penerima Beasiswa Darmasiswa dari 104 Negara Dibekali Kearifan Lokal Indonesia

Sebanyak 579 peserta program Darmasiswa Tahun Akademik 2019/2020 yang berasal dari 104 negara sahabat mengikuti pembekalan sekaligus orientasi kedatangan di Jakarta 29-31 Agustus 2019
Sebanyak 579 peserta program Darmasiswa Tahun Akademik 2019/2020 yang berasal dari 104 negara sahabat mengikuti pembekalan sekaligus orientasi kedatangan di Jakarta 29-31 Agustus 2019 (KalderaNews/Kemdikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com – Sebanyak 579 peserta program Darmasiswa Tahun Akademik 2019/2020 yang berasal dari 104 negara sahabat mengikuti pembekalan sekaligus orientasi kedatangan 29-31 Agustus 2019, di Jakarta.

Diketahui, Darmasiswa merupakan program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah RI kepada mahasiswa asing dari negara-negara mitra/sahabat untuk belajar bahasa Indonesia, seni dan budaya Indonesia pada perguruan tinggi negeri/swasta/lembaga pelatihan di Indonesia.

Saat orientasi mereka diberikan pengenalan terhadap budaya dan kearifan lokal sebagai bekal untuk tinggal di Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud), Didik Suhardi berharap para peserta dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar sungguh-sungguh, memiliki banyak teman dari Indonesia, dan menikmati masa tinggal di Indonesia.

BACA JUGA

“Dengan memiliki banyak teman dari Indonesia, Anda akan fasih berbahasa Indonesia. Pada awalnya, Anda mungkin akan mengalami kesulitan karena harus beradaptasi dengan hal-hal baru, mulai dari orang-orang yang tidak berbahasa sama dengan Anda hingga tradisi dan kebiasaan yang sangat berbeda dengan Anda.”

“Yang Anda harus lakukan adalah membuka diri terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mungkin saja pengalaman itu akan terasa tidak menyenangkan bagi Anda, tapi tolong jangan menyerah. Perwakilan dari program Darmasiswa yang ada di universitas Anda akan selalu siap untuk membantu,” ujar Didik.

Ia menegaskan satu tahun mungkin bukan waktu yang cukup untuk benar-benar memahami Indonesia, karena Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan keunikan di tiap daerah.

“Namun kami berharap bahwa dengan satu tahun tinggal di Indonesia akan memberikan pengalaman yang berkesan bagi Anda dan menstimulasi keingintahuan lebih tinggi mengenai budaya kami.”

“Saya harap setelah Anda tinggal di Indonesia selama satu tahun, mungkin Anda bisa melamar beasiswa dari negara anda masing-masing untuk tinggal dan belajar lebih lama di Indonesia,” pungkas Didik. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*