Kece Badai, Putri Tukang Becak Jadi Doktor Termuda, Baru 27 Tahun, IPK 4,0




Lailatul Qomariyah bersama orangtuanya
Lailatul Qomariyah bersama orangtuanya (Dok.Pribadi)

SURABAYA, KalderaNews.com – Lailatul Qomariyah, itulah namanya. Dara berusia 27 tahun asal Pamekasan, Madura itu, tak pernah patah arang untuk menggapai prestasi. Ia baru saja meraih gelar doktor kimia dari Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Putri sulung pasangan Saningrat dan Rusmiati ini juga dinobatkan menjadi doktor termuda. Laila, sapaannya akrabnya, berhasil mempertahankan disertasi bertajuk “Controllable Characteristic Silica Particle and ITS Composite Production Using Spray Process”.

BACA JUGA:

Ayah Laila seorang tukang becak. Ibundanya buruh tani. Kondisi ekonomi yang pas-pasan tak membuat Laila patah semangat belajar. “Kata siapa orang miskin tak bisa sukses? Saya sudah membuktikan!” tegasnya. Tekad yang kuat itu, lanjutnya, untuk mengangkat martabat orangtuanya.

Laila tercatat sebagai satu-satunya mahasiswi dari 80 mahasiswa yang berhasil meraih IPK sempurna, 4,0. Ia juga mampu merampungkan kuliah dari jenjang S2 ke S3 amat singkat, hanya tiga tahun.

Mahasiswi yang gemar menonton debat berbahasa Cina ini, memperoleh beasiswa riset ke Jepang untuk disertasinya. Sekira satu tahun, ia tinggal sendiri di Negeri Sakura, lantaran hanya dia mahasiswa asal Indonesia yang mendapat beasiswa tersebut. “Senang saja sih, demi meraih cita-cita,” ujar perempuan kelahiran 16 Agustus 1992 ini.

Laila, yang kini menjadi asisten dosen di kampusnya membagikan tips belajar. Ia selalu memanfaatkan waktu untuk belajar. Saat masih kuliah, ia selalu berada di kampus dari pukul tujuh pagi hingga sebelas malam. Semua itu ia lakukan demi membanggakan orangtua. (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*