Pesawat Tanpa Awak Buatan Anak UGM Sukses Taklukkan Langit Istanbul




Pesawat tanpa awak Ashwincarra besutan Tim Gamaforce UGM
Pesawat tanpa awak Ashwincarra besutan Tim Gamaforce UGM (KalderaNews/UGM)

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Pesawat tanpa awak Ashwincarra besutan Tim Gamaforce UGM berhasil unjuk kebolehan mengarungi langit Istanbul Turki. Rasa bangga bukan hanya karena bisa memamerkan karya di negara lain, tetapi juga berhasil membawa kemenangan yang mengarumkan nama universitas dan Indonesia di mata dunia.

Ashwincarra dikembangkan oleh tim Gamafroce yang terdiri dari beberapa mahasiswa dari Fakultas Teknik, MIPA, serta Sekolah Vokasi. Mereka adalah Ariefa Yusabih (ketua), Fauni Ambarsari (manajer), Dwi Novarifanto (elektronis dan ground control station), Baskara (progamer), Eko Putra Wijaya (pilot), serta Ery Setiawan (mekanis). Pengembangan dilakukan di bawah bimbingan Dr. Andi Dharmawan, S.Si., M.Cs dan Dani Adhipta, S.Si., M.T.

Dikutip dari situs resmi UGM, Ashwincarra berhasil meraih juara 3 setelah sebelumnya berkompetisi dengan 345 tim lain dari berbagai negara di dunia dan bersaing dengan 20 robot terbang tangguh lainnya dalam final di Turki meski sempat mengalami kerusakan berat.

BACA JUGA:

“Sempat mengalami hard landing karena saat itu angin bertiup sukup kencang sehingga mengakibatkan sayap peswat rusak,” jelas Ketua tim Gamaforce Ariefa Yusabih di Yogyakarta.

Namun hasil tidak mengkhianti usaha. Kerja keras yang dilakukan tim Gamaforce berhasil membuahkan hasil manis. Ashwincarra yang merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia akhirnya dinyatakan sebagai juara tiga pada kompetisi bergensi ini.

Duketahuim Ashwincarra merupakan UAV tipe fixed wing dengan kemampuan manuver tinggi yang mampu lepas landas, mendarat, jelajah, kemudian mendeteksi, mengunci, dan mengikuti UAV lain baik secara manual dan mandiri menggunakan sistem kecerdasan buatan.

Dengan bobot 3,8 Kg pesawat ini memiliki kecepatan 150 Km/jam yang menjadikannya paling unggul dalam mengejar pesawat lawan maupun menghindar dari kemungkinan terkunci oleh pesawat lawan. Pesawat ini bisa terbang hingga 40 menit dengan jarak terbang hingga 500 meter.

Pesawat dilengkapi dengan telemetry 433MHz 100mW, Modul GPS, dan sensor kamera 8 megapiksel. Selain itu juga First Person View (FPV) Camera dengan FOV 165° at 1080@60fps, Flight Controller Pixhawk , Electronic Speed Controller (ESC) 100A, Video Transmitter 5.8GHz, serta baterai litium 15Ah 14.8V 65C. (LF)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*