Royalti Buku “KKN di Desa Penari” untuk Anak Yatim




Buku KKN di Desa Penari
Ilustrasi: Buku KKN di Desa Penari (Dok.SimpleMan)

JAKARTA, KalderaNews.com –  Buku kisah horor yang sempat viral di media sosial “KKN di Desa Penari” telah meluncur. Buku ini diterbitkan Penerbit Bukune. Awalnya penerbitan buku ini memang mendapat beberapa komentar miring dari warganet. Lantaran seperti memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan.

Namun kemarin, Senin malam, 9 September 2019, sang penulis, SimpleMan melalui akun Twitter-nya menuliskan, “Halo.. Mungkin banyak yg kecewa sama saya, banyak yg marah juga sama saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya, saya lupa mengatakan kalau semua hak royalti buku “KKN di desa penari” tidak akan saya ambil sepersenpun, saya sepakat dengan @Bukune untuk memberikan hak royalti saya dari buku “KKN di Desa penari” untuk di donasikan kepada Rumah yayasan Yatim yg nanti akan ditunjuk oleh team dari @Bukune. Sekali lagi saya mohon maaf, bila sudah membuat gempar, saya juga berpikir untuk manarik diri dari platform ini bila memang harus dilakukan.”

BACA JUGA:

Cuitan itu pun langsung mendapat respon dari warganet.

“jangan mas.. tetap disini.. kami semua menunggu karyamu…”

“Di twitter tuh banyak thread horor tapi yang bisa menyajikan dengan rapi, runtut dan rangkaian katanya bagus cuma sedikit, dan mas salah satunya Jadi saya harap, mas tetap berkarya, bikin cerita yang lebih bagus. Saya sebagai penggemar bakal dengan sabar nunggu karya selanjutnya”

“Gw yakin lu pasti org baik bang . tetap lakukan hal baik aja . tangan kiri ga harus tau kalo tangan kanan ngasih rejeki ke org lain . oke gan”

“Jangan pergi bang, tetap lanjut sama thread berikutnya masalah royalty itu hak abang mau di donasikan kek mau di sebar kek mau di bakar sekalipun bodo amat yang penting tetap manjakan kami para pengagum tulisanmu dengan karya”mu selanjutnya. Stay strong buwang”

“Mohon diteruskan mas simpleman,,jangan putus asa orang yg menyebarkan nasehat dan kebaikan memang ada saja cobaannya saya harap mas simpleman bisa sabar dan tabah yaah.. semakin tinggi pohon semakin kuat anginnya. Semoga dengan adanya kisah desa penari mas jadi tambah semangat.” (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*