Tarian 3 Anak SD dari Bali Ini Bikin Merinding di FLS2N SD 2019

Ni Nyoman Yudia Utami, I Gusti Ayu Agung Galih Sanjiwani, dan I Made Pandu Satya Wigun dari SD Negeri 1 Pererenan Kabupaten Badung tampil untuk kategori Seni Tari di ajang FLS2N SD Tahun 2019 di Kota Tangerang Provinsi Banten
Ni Nyoman Yudia Utami, I Gusti Ayu Agung Galih Sanjiwani, dan I Made Pandu Satya Wigun dari SD Negeri 1 Pererenan Kabupaten Badung tampil untuk kategori Seni Tari di ajang FLS2N SD Tahun 2019 di Kota Tangerang Provinsi Banten (KalderaNews/PSD Kemdikbud)

TANGERANG, KalderaNews.com – Siswa-siswa dari SD Negeri 1 Pererenan Kabupaten Badung yang mewakili Provinsi Bali menampilkan tarian unik di ajang FLS2N SD Tahun 2019 di Kota Tangerang Provinsi Banten. Mereka menampilkan tarian dengan judul Igelakut, Igel dan Lelakut yang bikin decak kagum sekaligus merinding.

Igelakut ini ditampilkan oleh Ni Nyoman Yudia Utami, I Gusti Ayu Agung Galih Sanjiwani, dan I Made Pandu Satya Wigun untuk kategori Seni Tari.

Igelakut, Igel dan Lekakut menceritakan tentang orang-orangan sawah yang hidup di malam hari karena merasa sedih pada masa sekarang ini sudah jarang terlihat karena sawah-sawah sudah ditanami tiang-tiang beton dan anak-anak pada zaman sekarang sangat jarang atau bahkan ada yang belum pernah melihat lelakut ini.

BACA JUGA:

Mereka menceritakan tentang keresahan mereka karena sawah-sawah yang sudah berubah menjadi bangunan sudah jarang ada yang otomatis berdampak pada jarangnya lelakut ini.

“Tarian tadi judulnya Igelakut, Igel dan Lelakut. Jadi lelakut ini sedih karena sekarang sawah sudah berubah menjadi bangunan-bangunan beton. Itu yang kami tampilkan, supaya ada kepedulian dari masyarakat. Lagipula, anak-anak seumuran kami juga sudah jarang melihat lelakut ini,” ucap Ni Nyoman Yudia Utami.

“Latihannya sudah hampir satu tahun. Kadang setiap hari kadang juga seminggu tiga kali. Kalau bertengkar sudah biasa. Yang paling sering kalau dikasih tahu suka keras kepala, tidak mau mendengarkan. Tapi nanti juga baikan lagi. Yang penting kompak, fokus dan yakin saja bahwa kita bisa,” ucap I Gusti Ayu Agung Galih.

“Senang melihat teman-teman yang lain tampil. Setiap penampilan itu ada uniknya. Pakaiannya juga bagus-bagus. Di sini bisa belajar gerakan dari teman-teman lain, udah gitu juga belajar tentang seni budaya lainnya,” tutup I Made Pandu Satya Wigun. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*