Kelebihan Sistem Pemantau Hujan Bernama Santanu

Sistem pemantau hujan (Santanu)
Sistem pemantau hujan (Santanu) (KalderaNews/Malena)

BANDUNG, KalderaNews.com – Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA) LAPAN mengembangkan radar hujan bernama Sistem pemantau hujan (Santanu). Kelebihan sistem ini menampilkan lokasi yang tengah diguyur hujan melalui laman santanu.sains.lapan.go.id.

“Radar ini dapat memantau hujan hingga radius 44 kilometer,” ujar Asif Awaludin, Peneliti Muda PSTA di Bandung seperti dikutip laman resmi LAPAN.

Radar hujan Santanu diklaim sangat akurat, dimana pada laman radar hujan ini bisa diakses dengan mudah oleh publik, tampilannya terbagi tiga. Peta dan radar hujan berukuran besar menampilkan kondisi hujan hingga radius 44 kilometer dari lokasi radar, sedangkan pada bagian kanan atas ada peta yang bisa diperbesar dan melihat informasi lebih detil, termasuk kondisi perubahan hujan per dua menit.

BACA JUGA:

Warna pada sebaran awan menggambarkan tingkat intensitas hujan, mulai dari ringan, sedang, hingga lebat. Santanu juga menampilkan luas area yang diguyur hujan. Selain itu pergerakan awan hujan juga bisa diketahui arahnya.

Ada 14 corak warna bertingkat dari biru muda hingga ungu. Warna biru tua menandakan hujan ringan, sementara warna hijau mengindikasikan hujan deras.

“Yang perlu diwaspadai adalah hujan warna hijau yang cakupannya cukup luas, karena berarti hujannya menjangkau hulu hingga hilir sungai,” ujar asif.

Dengan kombinasi durasi waktu hujan, kondisi itu bisa mengindikasikan awal terjadinya banjir. Namun tetap perlu dikonfirmasi dengan pengamatan lokal. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*