3 Trik bagi Orangtua dalam Mendampingi Generasi Gilenial




Anak Memberontak Melawan Orangtua
Anak Memberontak Melawan Orangtua (KalderaNews/Ist)

TANGERANG, KalderaNews.com – Counselor Parenting, Aegidius Sunusmo, M.Pd. menegaskan ada tiga hal penting yang wajib dilakukan orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Hal ini ditegaskannya saat menjadi narasumber seminar parenting yang berjudul “Kiat Mendampingi Generasi Milenial” yang diselenggarakan SMA Tarakanita Citra Raya, Tangerang, Sabtu, 18 Januari 2020. Dalam seminar ini para orangtua antusias untuk mendengarkan serta sharing langsung dengan narasumber.

BACA JUGA:

Pada kesempatan ini Sunusmo pun berbagi trik ataupun kiat bagi orangtua dalam mendampingi generasi milenial:

  1. Jadi orangtua yang update teknologi
    Sangat penting bagi orangtua untuk terus belajar teknologi yang telah berkembang pesat. Seringkali orangtua terlalu kolot dalam menanggapi teknologi karena sempitnya pengetahuan mereka.
    Justru hal inilah yang akan membuat remaja memberontak. Setelah update, orangtua juga harus bisa menggunakan gawai secara cerdas. Karena banyak juga orangtua yang terbawa arus euforia sehingga berlebihan menggunakan gawai. Keuntungan orangtua update antara lain, dapat lebih “nyambung” dengan anak sekaligus bisa memantaunya tanpa jadi orangtua yang kolot dan menyebalkan.
  2. Set ground rules
    Orangtua wajib mengajak anak remajanya berdiskusi. Masa remaja bukanlah masa kanak-kanak lagi sehingga pendekatannya pun berbeda. Mereka butuh didengar pendapatnya dan tidak mau didikte. Untuk itu, bimbing dan dukunglah supaya masa remajanya mampu menjadikan masa emasnya. “Beri mereka kebebasan untuk mengenal hal positif dari luasnya dunia ini. Dengan mengajak remaja berdiskusi, kita mengajari mereka untuk terbuka dan membuat kita mengetahui bagaimana pandangan mereka terhadap hal-hal baru. Hal ini penting dalam masa pencarian jati dirinya,” tandasnya. Selain itu, berdiskusi juga mampu membuat mereka memahami logika berpikir dan tindakan yang akan dilakukannya dan memahami konsekuensinya.
  3. Jadi teman dan role model yang baik bagi anak
    Saat keluarga mampu menjadi role model yang kuat, remaja tidak akan kehilangan figur panutan dan akan menjadi seorang yang tangguh dalam mengahadapi persoalan di era milenial ini. Mudahnya akses informasi tanpa bekal pengetahuan dan karakter yang kuat dari orang tua membuat banyak remaja lebih mudah terjerumus pada pergaulan yang salah. Komunikasi yang buruk juga bisa memicu krisis kepercayaan remaja pada orang tua yang membuat mereka lebih percaya pada temannya. Oleh karena itu, jadilah sahabat yang demokratis bagi remaja. Mengembangkan komunikasi dua arah yang terbuka dan tidak memaksakan kehendak. Dengan demikian mereka akan merasa didengarkan dan dihargai sehingga merasa nyaman serta percaya kepada orangtua. (ML)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*