Bali Jadi Magnet dan Kekuatan Utama Promosi Pariwisata di Melbourne dan Chicago




Pelataran Desa Panglipuran
Pelataran Desa Panglipuran di Bali (KalderaNews/Natalia S.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Branding, selling and advertising menjadi jurus baru Indonesia untuk memenangkan pasar pariwisata global. Nah, guna mendongkrat wisatawan, Indonesia mengikuti Flight Centre World Travel Expo 2020 di Melbourne, Australia dan Chicago Travel Adventure Show (CTAS) 2020 di Midwest, Amerika Serikat.

Paviliun Indonesia membawakan tema Wonderful Indonesia pada Flight Centre World Travel Expo 2020 di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC) pada 8-9 Februari 2020 lalu.

Diketahui, Flight Centre World Travel Expo merupakan kegiatan pameran pariwisata tahunan terbesar di Australia yang diselenggarakan oleh Flight Centre Travel Group-Australia. Setiap tahun pameran tersebut dikunjungi oleh lebih dari dua ratus ribu orang dan diikuti oleh lebih dari lima ratus peserta pameran. Selain menawarkan harga promo untuk tiket perjalanan, pameran tersebut juga menawarkan jasa konsultasi perjalanan wisata dan sesi informasi gratis bagi para pengunjung pameran.

BACA JUGA:

Paviliun Indonesia diisi oleh Kemenparekraf RI dan berbagai pelaku industri pariwisata guna mempromosikan pariwisata Indonesia di Negara Bagian Victoria. Industri wisata tersebut yaitu Bali Garden Beach Resort, Double-Six Luxury Hotel Seminyak, Blue-Zea Resort by Double-Six, Bali Mandira Beach Resort & Spa, Hilton Bali Resort, The Sakala Resort Bali, Bali Dynasty Resort, Sun Island Bali, Melia Bali, Finns Bali, Karma Resort dan Sudamala Resort Bali.

Selain itu, beberapa industri wisata Indonesia juga membuka paviliun secara mandiri yaitu Pita Maha Tjampuhan Ubud, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Furama Xclusive Resort Seminyak dan Ubud, the Sakala Resort-Bali dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Selain menampilkan Bali yang merupakan tujuan favorit wisatawan Australia, Paviliun Indonesia juga menampilkan beberapa destinasi wisata super prioritas, seperti Lombok dan Labuan Bajo.

Sebagai jurus pamungkas, Paviliun Indonesia memperkenalkan paket, profil produk, fasilitas dan penawaran dari hotel dan resort dalam ajang pertemuan bisnis secara langsung kepada pelanggan.

Untuk menarik para pengunjung, Paviliun Indonesia juga menampilkan musik Sasando yang didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Timur, penampilan ikon dengan kostum Garuda serta para vendor wisata dan penerima tamu dengan pakaian khas Indonesia. Pada umumnya pengunjung yang singgah di paviliun Indonesia antusias menggali informasi mengenai destinasi wisata di Bali, Danau Toba, Candi Borobudur (Jawa Tengah), Labuan Bajo dan Lombok.

Negara Bagian Victoria dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyumbang utama wisatawan Australia ke Indonesia. Indonesia senantiasa mencari peluang untuk terus meningkatkan arus wisatawan Australia ke Indonesia diantaranya melalui pembukaan jalur penerbangan baru dari Melbourne ke Indonesia (Bali), keikutsertaan dalam berbagai pameran wisata serta pembuatan paket-paket wisata yang menarik sesuai minat masyarakat Victoria.

Pengunjung di Tirta Gangga saat musim liburan
Pengunjung di Tirta Gangga di Bali saat musim liburan (KalderaNews/Natalia S)

Sementara itu, di Chicago Travel Adventure Show (CTAS) 2020 yang berlangsung di Donald E Stephens Convention Center, Chicago, hadir sekitar 200 ribu pengunjung selama pelaksanaan dua hari pameran pada 8-9 Februari 2020.

Enam travel agents Indonesia, yaitu Balidia Indonesia Travel, ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies), Marintur Indonesia, Tauzia Hotel, Taman Nauli, dan Voyage2Paradise turut berpartisipasi dalam booth Indonesia dengan menawarkan paket wisata spesial untuk para pelancong AS.

Tak ketinggalan, Bali Makasih Island Imports dengan kerajinan tangan kayu dan perak asal Bali serta Padi House & Grill Restaurant yang memanjakan lidah pengunjung dengan lezatnya kuliner khas Indonesia seperti rendang, gudeg, opor, urap, nasi uduk, gulai ayam, dan nasi kuning.

“Indonesia tampil memukau pada pameran ini. Bali Makasih berhasil menjual kerajinan tangan Indonesia on the spot senilai lebih dari USD 1750 dan terdapat setidaknya 20 grup wisatawan setempat yang telah mendaftar untuk perjalanan ke berbagai tujuan wisata di Indonesia. Saya mengharapkan dengan partisipasi pada pameran Chicago Travel Adventure Show tahun ini, masyarakat setempat dapat lebih mengenal Indonesia,” kata Konsul Jenderal RI di Chicago, Meri Binsar Simorangkir.

Konjen Simorangkir juga mengetengahkan bahwa partisipasi KJRI Chicago pada CTAS 2020 merupakan strategi untuk mempromosikan destinasi Indonesia ke 200 ribu travelers, travel agents, dan tour operator dengan 300 peserta pameran dari berbagai belahan dunia yang hadir mengikuti CTAS setiap tahunnya.

”Pasar Amerika merupakan 10 pasar utama pariwisata Indonesia yang menunjukkan potensinya di tahun 2018 dengan peningkatan wisatawan mancanegara sejumlah 5,84% dari tahun 2017. Wisatawan asal Amerika Serikat yang berkunjung ke Indonesia pada periode Januari hingga Desember 2018 berjumlah 568.398 orang. Sepanjang tahun 2020, KJRI Chicago berupaya untuk meningkatkan masuknya wisatawan Amerika ke Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sebanyak 17 juta wisatawan pada tahun 2020,” lanjut Konjen Simorangkir.

Dalam acara tahunan bertaraf internasional ini, KJRI menampilkan sejumlah tarian di Global Beats Stage dari grup tari kebanggaan KJRI yakni KJRI Troupee dan Chicago Balinese Gamelan.

KJRI Troupee menampilkan Tari Merak, Ronggeng, dan juga Tor-Tor, serta Chicago Balinese Gamelan yang para penampilnya mayoritas adalah warga AS menampilkan Baleganjur Angga Yowana, Tari Puspa Wresti, Tabuh Bintang Siang, Tari Sekar Taman, Tari Gopala, dan Tari Cendrawasih yang mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari pengunjung yang memadati Global Beats Stage.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*