Gojek Klarifikasi “Meme Satir” Bayar SPP Pakai GoPay Jadi Kenyataan

Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse
Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse (KalderaNews/Dok.Gojek)

JAKARTA, KalderaNews.com -Terjawab sudah kegundahan dan tanda tanya KalderaNews terkait lini bisnis Gojek di sektor pendidikan. Meme hingga cuitan menggelitik dan satir “Bayar spp pakai GoPay” yang bertebaran di media sosial begitu Bos Gojek, Nadiem Makarim terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2019-2014 menjadi kenyataan. (BACA:Etiskah Gojek Perluas Lini Bisnis ke Sektor Pendidikan Seperti Ini? )

Saat itu netizen riuh tentang pembayaran SPP dengan sistem Gopay, piket pakai sistem Go-Clean, performa guru jelek akan diberikan suspend, penjemputan siswa yang terlambat menggunakan Gojek, KJP diisi saldo Gopay jadi ada bekal buat pelajar buat naik Gojek, pelajar naik Grab KJP dicabut, kantin sekolah tidak menerima uang cash, wajib Gopay hingga bus sekolah ditiadakan ganti Gojek.

Dalam siaran pers yang diterima KalderaNews dari Gojek pada Senin, 17 Februari 2020, Senior Vice President Sales GoPay, Arno Tse membenarkan bahwa GoPay kini sudah memiliki fitur pembayaran SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan GoPay di fitur GoBills. Sedikditnya sudah 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

BACA JUGA:

Arno Tse berdalih layanan terbaru ini membebaskan orangtua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah. Orangtua yang sibuk dapat fokus dengan kepentingan lain seperti pekerjaan tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran.

“Selain memudahkan para orangtua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur. Kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi lembaga pendidikan di seluruh Indonesia untuk menerapkan pembayaran digital,” tutup Arno.

Sejauh ini, di sektor pendidikan, GoPay pernah membantu Madrasah Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan di Semarang, Universitas Tarumanegara dan Universitas Bunda Mulia untuk mengimplementasikan QRIS.

Tak hanya itu saja, di awal tahun 2019, GoPay juga menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara. (BACA:Etiskah Gojek Perluas Lini Bisnis ke Sektor Pendidikan Seperti Ini? )

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*