Pendaftaran KIP Kuliah 2020 Dibuka, Ini yang Perlu Segera Dilakukan




Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan biaya pendidikan gratis untuk melanjutkan ke perguruan tinggi bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. KIP Kuliah bakal terealisasikan mulai 2020 ini.

Jadwal berikut ini muncul di beranda website KIP Kuliah ( http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/ ) pada 31 Januari 2020 lalu. Sayangnya, website ini down dengan keterangan Server Maintenance, padahal kalau liat jadwal di bawah ini sudah saatnya mendaftar.

TERBARU:


Terkait informasi ini, sehari setelah tersiar di KalderaNews, Staf Pengelola Bantuan dan Beasiswa di Kemdikbud yang tak mau disebutkan namanya menghubungi KalderaNews, Sabtu, 8 Februari 2020 untuk mengklarifikasi bahwa link kip-kuliah.kemdikbud.go.id memang benar adalah link resmi dari Kemdikbud, namun konten KIPK (Red.Kartu Indonesia Pintar Kuliah) per tanggal 31 Januari 2020 belum lah valid.

“Saat itu sistem baru dami, percobaan dengan penataan konten jadwal KIPK tersebut, link tersebut benar merupakan calon website baru yang disiapkan, namun kebijakan sedang dalam proses penyusunan dan pembahasan, sehingga belum ada launching resmi dari Menteri Dikbud (Red. Pendidikan dan Kebudayaan) dan saat ini sistem dalam maintenance,” dalihnya. (BACA JUGA: Dua Klarifikasi Penting Kemdikbud Terkait KIP Kuliah 2020 )

Diketahui, pada dasarnya program beasiswa Bidikmisi telah terintegrasi dengan program KIP Kuliah ini. Oleh sebab itu, para penerima KIP pada jenjang sekolah bakal langsung terdata pada KIP Kuliah. Program KIP Kuliah memudahkan calon mahasiswa yang kurang mampu karena sudah terdata di KIP untuk jenjang sekolah.

KIP Kuliah ini tentu saja kelanjutan dari KIP SD, SMP, SMA. Dengan begitu, mereka yang dulu diidentifikasikan kelompok miskin akan dijamin bisa kuliah.

BACA JUGA:

Nah, bagi calon pelamar KIP Kuliah tentu wajib mengurus BDT/ DTKS. Terkait informasi yang beredar berawal dari postingan Permadani Diksi Nasional yang diklaim info langsung dari Dikti-Kemendikbud seperti pada bukti di bawah ini, Staf Pengelola Bantuan dan Beasiswa di Kemdikbud tersebut juga memberikan klarifikasi. Namun satu hal yang pasti, cara mengecek BDT/DTKS secara mandiri di bawah ini benar adanya.

  • Mohon diinfokan ke siswa kelas 12 atau lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat tahun 2019 yang dapat atau tidak dapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan BELUM TERDAFTAR di DTKS/BDT.
  • Cek data di http://cekbansos.siks.kemsos.go.id/kemsos/pencarian pada kolom ID pilih Nomor Induk Keluarga (NIK).
  • Segera mengusulkan ke Dinsos Kab/Kota asal dari sekarang dengan meminta surat rujukan dari Desa/Kelurahan untuk mengajukan DTKS/BDT agar setelah lulus bisa ajukan KIP Kuliah.

Jika sudah terdaftar di BDT langkah selanjutnya yakni mencari info atau memastikan ke Bagian Tata Usaha sekolah apakah NISnya sudah dimasukkan ke DAPONDIK sekolah masing-masing.

Jika nama kamu belum ada di BDT/DTKS maka harus segera mendaftar agar terdaftar dulu, caranya dengan minta ke desa agar diinput data keluarga DTKS. Di beberapa desa sudah ada operator SIKS NG. Jika belum segera ke Dinsos Kab/Kota asal dari sekarang dengan meminta surat rujukan dari Desa/Kelurahan untuk mengajukan DTKS/BDT agar setelah lulus bisa ajukan KIP Kuliah.

Terkait hal ini, Staf Pengelola Bantuan dan Beasiswa di Kemdikbud yang tak mau disebutkan namanya tersebut menyampaikan “Kalau cek data di link siks Kemsos itu memang benar langkah mandiri untuk cek dan mendaftar di Kemsos. Itu benar info dari Kemsos, namun bukan info valid dan resmi dari Kemdikbud. Untuk langkah ini baru skema atau rencana kami. Mohon semua menunggu pedoman dan juknis KIPK 2020.”

Ia menandaskan, “Info resmi tunggu info dari Kemdikbud. KIPK (Red-Kartu Indonesia Pintar Kuliah) akan dilaunching langsung oleh Menteri Pendidikaan dan Kebudayaan. Silakan menunggu Permendikbud tentang KIPK 2020, pedoman pendaftaran, dan juknis KIPK 2020 dari Kemdikbud.”

Selanjutnya BACA JUGA: Cara Mendaftar, Mendapatkan dan Menggunakan KIP Kuliah dan Kamu Siswa SD/SMP/SMA/Sederajat Ingin Dapat KIP Kuliah? Begini Caranya dan Inilah Alur Permintaan Rekomendasi ke Dinas Sosial Biar Dapat KIP Kuliah (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




21 Comments

    • Kak saya nggak punya kartu KIP.Sedangkan saya juga berasal dari keluarga yang tidak mampu. Stelah saya ke DINSOS saya diberikan SKTM untuk ngurus BIDIK MISi Apakah mbisa menggunakan SKTM? ataukah harus punya KIP KULIAH yah? tapi bagiamna dong kak nasib kami yang dari keluarga kurang mampu,brprstasi, tapi gk dapat KIP untk lnjut kuliah.

  1. Aku punya KIP kak, terdaftar juga di BDT, hanya saja, nik dan tanggal lahir lahir yang terdaftar di KIP nya tidak sama dengan KK kak, dan aku juga gak dapat bantuan dari sekolah, apa aku masih punya kesempatan buat dapat KIP kuliah kak?

  2. Saya berharap masih SKTM dipergunakan seperti bidikmisi,karena banyak siswa bahkan gapyear seperti saya tidak mendapat kartu kip.Padahal mereka adalah termasuk keluarga tidak mampu utk biayai kuliah yg begitu mahalnya. Dan pengajuan BDT pun blm ada yg tau,bahkan di desa saya pun mereka gk ngerti sama sekali soal BDT.Sebenarnya program bidikmisi sdh cukup bagi kami yg tdk mampu,jgn karena hanya program baru banyak siswa dari keluarga yg tidak mampu tidak dapat melanjutkan kuliah.

  3. saya orang tua murid
    anak saya akan lulus tahun ini
    sementara belum pernah mempunyai KIP sebelumnya, apakah bisa mengurus KIP
    dan bagaimana cara mendapatkan KIP tersebut
    trimakasih..

  4. Minta pencerahannya.
    Saya kemarin lihat alur pendaftara KIP K, dimana salah satu saratnya adalah mendaftar di PT mengikuti jalur SNMPTN/SBMPTN/Mandiri.

    Bagaimana untuk siswa yang mendaftar melalui SPAN, UM yang notabenenya kampus islam?

    • Saat ini KIP-Kuliah dikhususkan untuk calon mahasiswa/lulusan SMA sederajat tahun berjalan atau lulus dua tahun sebelunya. Untuk mahasiswa di PTN/PTS di bawah Kemdikbud telah disediakan beasiswa/bantuan biaya pendidikan PPA (Peningkatan Potensi Akademik ) melalui bagian kemahasiswaan masing masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*