Tips Ampuh Mengatasi Grogi dan Rasa Takut Saat Harus Berbicara di Depan Kelas

Pakar Public Speaking, Motivator sekaligus penulis buku “The Art of Power Speech“, Leonard Haryadi
Pakar Public Speaking, Motivator sekaligus penulis buku “The Art of Power Speech“, Leonard Haryadi (KalderaNews/JS de Britto)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tidak sedikit pelajar dan mahasiswa yang takut dan grogi saat harus berbicara di depan kelas atau harus tampil di depan umum. Istilah kerennya untuk hal ini adalah demam panggung (glossophobia). Nah, kalau kalian merasakan ciri-ciri di bawah ini, berarti sedang takut, cemas dan grogi.

Ciri-ciri umum yang dirasakan yakni lutut terasa lemas, perut menjadi mual, jantung berdebar-debar, telapak tangan berkeringat, sulit mengeluarkan kata, nafas terasa sesak, keluar keringat dingin, tubuh mulai bergetar hingga otot mulai tegang dan masih banyak lagi.

“Faktanya, grogi dan rasa takut yang demikian itu sangat wajar, karena hampir dialami oleh banyak orang di dunia. Karena wajar, tentu bisa diatasi,” tegas Pakar Public Speaking dan Motivator, Leonard Haryadi pada KalderaNews di acara “Gathering Trainer, Motivator dan Temu Penulis” di Posto Dormire Hotel Jakarta baru-baru ini.

BACA JUGA:

Leonard Haryadi, penulis buku “The Art of Power Speech“, menjadi salah 1 dari 7 penulis yang meluncurkan bukunya masing-masing secara estafet di acara ini. Keenam penulis lainnya adalah Wasito Adi “Kekuatan Relasi“, Hatorangan P “Being Happy with Balance“, Feri Lasman “Sincerity Service Recovery“, Muljono “Persiapan Pensiun Bahagia dan Sejahtera“, dan Bagus Putu Fabio “Hikmah.Logy“ dan Dr.Ir. Darhamsyah, M.Si “Enjoy Life with Eco-Life”

Ia menegaskan ada tiga hal yang terus dilatih agar pelajar atau mahasiswa tidak grogi saat harus tampil di depan kelas atau di depan umum. Tiga hal ini perlu dilatih terus-menerus supaya makin menjadi percaya diri dan bisa berbicara dengan baik dan lancar di depan umum. Ketiganya adalah:

1). Latih Mindset

Ada banyak hal yang membuat kalian grogi dan takut, salah satunya karena kalian belum bisa mengatasi bagaimana caranya mengubah mindset dari takut berbicara di depan umum menjadi berani.

Pertama-tama cara mengubah rasa takut jadi berani, yakni pola pikir kalian yang harus diubah. Contoh, ketika mau berbicara di depan umum, timbul perasaan nggak bisa hingga takut. Ini salah satunya karena kurang persiapan.

“Kalau kita mau berbicara di depan umum maka perlu yang namanya latihan. Banyak latihan akan menjadi terbiasa. Kalau kita bicara otak, ada brain memory dan muscle memory. Nah, kalau untuk berbicara itu, yang kita latih adalah muscle memory,” tegasnya.

Ia menjelaskan muscle memory ini bisa dengan latihan sebanyak mungkin. Latihannya bisa dimana saja: bisa di depan kaca, bisa latihan ngomong di kamar mandi, latihan ngomong saat berkendara, bisa latihan pada orang dekat atau latihan bicara dengan apa pun.

“Apa pun itu, intinya secara gampang setiap kali mau mandi, coba latihan ngomong materi yang akan disampaikan. Minimal sehari 2 kali, lama-lama akan menciptakan muscle memory. Lama-lama terbiasa. Makanya mulut kita kalau tidak terbiasa ngomong akan terbata-bata. Jadi, mindsetnya kita ubah, terus berani praktik. Latihan, latihan dan latihan,” pesannya.

2). Emosi Adalah Energi

Cara mengubah rasa takut menjadi berani adalah bagaimana fisik kalian, contoh gampang ketika bahu kalian turun, kalian akan down. Itu otomatis karena reaksi dari fisik tubuh. Kepala nunduk ke bawah juga akan membuat kalian menjadi down dan tidak percaya diri.

“Tetapi kalau kita ganti leher kita agak ditegakkan, terus bahu kita putar ke belakang maka akan terbuka cakra jantung. Emosi adalah energi adalah ketika kita memasukkan perasaan yang diciptakan oleh perubahan fisik. Perubahan fisik akan membuat emosi kita berbeda. Ketika emosi kita berbeda, emosi kita akan tercipta. Ini yang akan membuat kita semangat,” terangnya.

Ia pun mencontohkan, ketika dipanggil maju ke depan dengan jalan biasa dan menunduk ke bawah, itu pasti akan membuat kalian tidak percaya diri. Energinya nggak ada. Tetapi kalau masuk dengan berlari dengan semangat maka kalian akan ada di panggung dengan membawa energi yang sangat positif. Perubahan kondisi fisik memengaruhi emosi kalian dan emosi akan menciptakan energi.

3). Olah Pernafasan

Ketika kalian menghadapi rasa takut dan gelisah, otomatis jantung kalian akan berdegup lebih cepat. Jantung yang berdegup lebih cepat membuat oksigen yang sampai ke otak kalian menjadi lebih sedikit sehingga membuat kalian sulit berpikir. Akhirnya kalian blank dan bingung apa yang mau dikatakan berikutnya.

“Ini adalah efek karena kita gelisah. Ini bisa kita olah dengan melatih pernafasan. Bukan pernafasan dada, melainkan pernafasan perut. Caranya dengan tidur terlentang menghadap ke atas, taruh tangan di atas perut dan tarik nafas secara biasa. Ketika seperti itu, namanya pernafasan perut,” terangnya.

Ia memberikan contoh lain, saat duduk juga sama, yakni taruh satu tangan di perut dan satu tangan di depan dada. Ketika nafas masuk lewat hidung, kalau dada kalian terangkat salah, itu namanya nafas dada. Tetapi yang bener adalah ketika kalian tarik nafas lewat hidung, perut kalian yang menggembung. Ketika buang nafas, perut kalian yang ngempes. Itu berarti pernafasan perut.

“Latih ini 10 hingga 15 kali sehari. Karena ini akan melatih pernafasan saat berbicara di depan umum , yakni dengan pernafasan perut. Pernafasan dada akan membuat kita lelah dan membuat vokal tidak jelas dan stamina cepet capek.”

“Kalau kita berbicara dengan pernafasan perut, vokal akan jauh lebih jelas, tidak terlalu lelah dan membuat kita lebih tenang,” pungkasnya. (JS)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*