7 Film tentang Hubungan Istimewa Guru dan Murid, Layak Ditonton Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Salah satu adegan dalam film Freedom Writers (Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com– Film dengan genre kisah tentang kehidupan guru dan murid selalu mendatangkan inspirasi. Di bulan Ramadan ini, tak ada salahnya menonton film-film jenis ini untuk menyegarkan batin. Baik ketika menunggu waktu berbuka puasa, maupun di saat ‘stay at home‘ karena pandemi coronavirus.

Film apa saja di genre ini yang layak ditonton? Kali ini mari kita simak tujuh dari 10 film pilihan Sharilee Swaity, seorang guru di Kanada dan lulusan pendidikan keguruan dari University of Calgary, yang pernah disajikan di reelrundown.com.

1.Dead Poets Society (1989). Barangkali ini adalah film yang paling populer tentang guru. Menceritakan Profesor Keating, seorang guru yang nyentrik dan ditempatkan di sekolah tempatnya dulu menuntut ilmu.

Di hari pertama saja dia sudah membuat orang terheran-heran. Ia meminta murid-muridnya merobek-robek silabus. Mulai hari itu mereka belajar berdasarkan kurikulum yang disusun sendiri oleh sang guru.

BACA JUGA:

Ia berhasil menciptakan hubungan yang unik antara dia dengan murid-muridnya, menyebabkan ia begitu dicintai, meskipun sebagai guru, yang tidak berkenan bagi guru-guru lainnya.

Film ini dibintangi antara lain oleh Robin Williams dan Ethan Hawke. Robin Williams dinominasikan untuk The Best Actor pada Academy Awards 1999, dan film ini memenangi Academy Awards sebagai Best ScreenWriting. FIlm ini juga dinominasikan sebagai Film Terbaik dan Sutradara Terbaik di ajang yang sama.

2. Freedom Writers (2007). Film ini bercerita tentang guru Bahasa Inggris, Erin Gruwell, (diperankan oleh Hilary Swank) yang di awal mengajar tidak disukai murid-muridnya.

Gruwell, seorang yang berprestasi tinggi yang tidak pernah gagal dalam hal apa pun dalam hidupnya, berhadapan dengan murid-murid yang tidak mudah ditaklukkan.

Ia sempat frustrasi. Namun dalam perjalananya, ia menemukan jalan sehingga menjadi guru yang disukai oleh murid-muridnya. Dia berhasil membangkitkan semangat murid-muridnya untuk berbagi pengalaman, menulis, dan kemudian dimuat di media cetak menjadikan pengalaman yang sangat kuat. Film ini dinominasikan sebagai Film Terbaik dalam ajang Image Award.

3. Good Will Hunting (1999). Cerita film ini agak berbeda dengan kebanyakan film tentang hubungan guru dan murid, yang biasanya menempatkan murid yang tidak mengetahui kapasitas dirinya lalu guru membantu menemukannya.

Film ini sebaliknya. Sang murid sudah paham dia pintar, tetapi dia lebih memilih pada hidup yang dirasakannya merupakan tempat terbaik baginya, daripada menerima tantangan gurunya yang dipandang memberinya kesempatan berkembang dengan talentanya.

Film ini berkisah tentang Will Hunting yang diperankan oleh Matt Damon, seorang jenius kesepian yang bekerja sebagai juru kunci di universitas. Profesor Matematika di universitas itu, Gerald Lambeau, menemukan bahwa ia memiliki bakat Matematika yang luar biasa.

Setelah insiden malang dengan hukum, Will Hunting dipaksa menjalani terapi dan pelajaran Matematika. Pertempuran kemauan pun terjadi. Will Hunting ingin tetap berpegang pada kehidupan lamanya yang sudah dikenalnya, sementara gurunya ingin dia mengambil kesempatan yang terbuka baginya karena talentanya.

Will Hunting ingin jadi orang biasa-biasa saja dan tidak ingin menjalani kehidupan superstar yang sejalan dengan kejeniusannya. Sebagai gantinya, ia menemukan kenyamanan di bar-bar dan tempat-tempat konstruksi yang sudah dikenal teman-temannya.

Matt Damon dan Ben Affleck, yang bermain di film ini selakigus menjadi penulis skenario, memenangi Best Screenplay Written Directly for Screen dalam Academy Awards 1999, sedangkan Robin Williams memenangi Aktor Pembantu Pria Terbaik. Matt Damon juga dinominasikan untuk Aktor Terbaik.

4.Karate Kid (2010). Meskipun berkisah tentang pendidikan, film ini tak menampilkan suasana ruangan kelas. Yang ada adalah tempat belajar di rumah sang guru, Pak Han, yang diperankan oleh Jackie Chan.

Mereka belajar karate. Dan yang menjadi siswanya adalah Dre Parker yang dimainkan Jaden Smith.

Hal pertama yang diajarkan gurunya adalah soal disiplin dan kepatuhan. Mengetahui bahwa Dre Parker selalu diminta oleh ibunya menggantungkan mantelnya, Pak Guru Han juga mengajarkan Dre Parker kebiasaan mengantungkan mantel selama berminggu-minggu. Kelak, pelajaran menggantungkan mantel itu menjadi salah satu jurus karate andalan.

Dalam film ini digambarkan bahwa Pak Guru Han bukan malaikat. Ia juga memiliki sisi gelap. Dan hubungan guru dan murid yang kemudian akrab, menyebabkan mereka menemukan pemulihan masing-masing.

Film ini dinominasikan sebagai Best Summer Movie pada Teen Choice Awards, dan Jaden Smith dinominasikan untuk Best Summer Movie Star di ajang yang sama.

5. Stand and Deliver (1998). Ini adalah cerita yang didasarkan pada kisah nyata, tentang Pak Guru Matematika Jaime Escalante. Ia mendidik sejumlah murid yang selalu gagal dalam Matematika dan mengubahnya menjadi jenius.

Awalnya tampang Jaimie Escalante (diperankan oleh Edward James Olmos) tidak terlihat sangat tangguh. Kepalanya setengah botak, dan mengenakan celana yang kebesaran, tetapi dia tahu bagaimana caranya menangani anak-anak remaja di kelasnya.

Dia menggunakan soal Matematika yang bisa berhubungan langsung dengan persoalan kehidupan anak-anak remaja itu. Pak Guru Matematika ini adalah tipe guru yang menggunakan humor dan pesona untuk masuk ke dalam otak anak-anak didiknya dan kemudian mengambil hati mereka.

Dalam ajang Oscar Edward James Olmos dinominasikan untuk Best Actor. Dalam ajang Golden Globes, Edward James Olmos dinominasikan untuk aktor pria terbaik sedangkan Lou Diamnod Philips dinominasikan untuk Aktor Pembantu Terbaik.

6. Lean on Me (1989). Film ini berkisah tentang Joe Clark, yang diperankan oleh Morgan Freeman. Ia adalah pemimpin yang percaya diri dan kuat yang tidak takut untuk membela siapa pun. Pria tangguh ini memasuki salah satu sekolah paling keras di New York City, dengan nilai ujian terendah di seluruh negara bagian, Dan ia melakukan pembersihan besar-besaran!

Di film ini penonton menyaksikan sebuah sekolah mengalami transformasi saat Joe Clark mendorong standar dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Film ini sangat menyentuh karena keberanian besar yang ditunjukkan Joe Clark. Dia menggunakan cinta yang kuat dan bertekad untuk menetapkan standar yang lebih tinggi. Dia bertekad untuk membuat mereka percaya diri melalui pengembangan disiplin. Dia juga berani menghadapi orang-orang jahat, pengedar narkoba, yang menjadikannya pahlawan sejati, sambil tetap menunjukkan belas kasih kepada siswa yang terpinggirkan.

Film ini memenangi kategori film terbaik dan aktor terbaik di Image Awards. Sedangkan pada Young Artists Award, film ini memenangi Jackie Koogan Award, dinominasikan sebagai Film Drama Terbaik dan juga mendapat nominasi untuk Aktor dan Aktris Pendukung Terbaik.

7. Music of the Heart (1999). Film sederhana yang indah ini dibintangi Meryl Streep sebagai Roberta Guaspari Demetras. Ia memerankan seorang istri yang ditinggalkan suaminya dan mengambil pekerjaan mengajar karena putus asa setelah perpisahan itu.

Dia memiliki gelar kesarjanaan di bidang pendidikan, tetapi pengalaman mengajarnya hampir nol. Pertama kali dia berbicara dengan kepala sekolah, dia ditolak. Akan tetapi, ia terus mencobanya, dan kali berikutnya kepala sekolah memberinya kesempatan.

Demetras menghadapi perjuangan yang berat untuk dapat diterima di kelasnya. Ia juga berurusan dengan guru yang tidak menganggapnya seriu disamping kesedihan pribadinya sendiri karena perselingkuhan suaminya. Namun, dia terus termotivasi dengan menyaksikan para siswanya bertahan dalam kehidupan mereka sendiri.

Atas perannya di film ini, Meryl Streep dinominasikan untuk kategori aktris terbaik di Academy Awards dan Golden Globe Awards. Film ini juga dinominasikan untuk kategori best original song di ajang Academy Awards.

 Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*