70 Vaksin Covid 19 Sedang Disiapkan, Ini 18 Diantaranya

Prof. Sarah Gilbert dari University of Oxford (Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan tiga vaksin saat ini sedang menjalani ujicoba klinis, namun tidak merinci nama vaksin tersebut. Lebih jauh, Direktur Jenderal WHO, Adhanom Ghebreyesus, dalam sesi brifing harian di Jenewa, Swiss, mengatakan saat ini ada lebih dari 70 vaksin yang dalam tahap pengembangan.

Sementara itu, Profesor Sarah Gilbert dari University of Oxford, mengatakan dirinya yakin dalam waktu enam bulan ke depan vaksin untuk memerangi Covid 19 sudah tersedia. Ini merupakan pernyataan yang jauh lebih optimistis dibanding Anthony Faucy, Kepala Departemen Penyakit Menular National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat, yang mengatakan vaksin paling cepat dapat rampung setelah melalui ujicoba dan prosedur standar pada bulan Juni tahun depan.

Berikut ini adalah 18 kandidat vaksin Covid 19 yang selama ini sudah terungkap.

1.ChAdOx1
Ini adalah vaksin yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Inggris. Vaksin ini menggunakan virus yang telah dijinakkan dan sedang diuji pada 510 orang. Awalnya ChAdOx1 dikatakan paling cepat baru akan dapat digunakan pada Mei 2021. Namun, Profesor Sarah Gilbert mengatakan ia meyakini vaksin tersebut sudah tersedia pada bulan September mendatang.

2. mRNA-1273
Vaksin yang memasuki tahap uji coba ini menjadi andalan Amerika Serikat (AS). Dikembangkan oleh perusahaan farmasi Moderna Therapeutics dan didukung oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Proses uji coba antivirus ini tak melewati percobaan pada hewan, namun langsung ke tubuh manusia. Namun informasi terakhir, mereka menghentikan sementara uji coba pada manusia karena kekhawatiran penyebaran virus corona. Meski demikian, Moderna siap melanjutkan lagi proses apabila situasi telah terkendali.

3. Ad5-nCoV
Antivirus ini dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok yakni CanSino Biologics dan Beijing Institute of Biotech. Fase pertama uji coba pada manusia sudah mulai dilakukan di Hubei, tempat virus corona muncul. Meski demikian, mereka baru akan menyelesaikan uji coba awal antivirus ini pada Desember mendatang. Sedangkan proses keseluruhan percobaan baru akan rampung tahun 2022.

4. Fusogenix DNA
Perusahaan Entos Pharmaceuticals mengembangkan vaksin Fusogenix DNA yang dikembangkan menggunakan platform pemberian obat Fusogenix untuk mencegah infeksi Covid-19. Platform pengiriman obat Fusogenix adalah kendaraan proteo-lipid yang memperkenalkan muatan genetik langsung ke dalam sel.

Vaksin ini diklaim bekerja mengembangkan muatan optimal yang mengandung beberapa protein epitop yang berasal dari protein SARS-COV-2, yang akan merangsang respons kekebalan dalam tubuh untuk mencegah infeksi COVID-19.

5.Vaksin DNA Sanofi
Perusahaan Prancis Sanofi bekerja sama dengan US Department of Health and Human Services, mengembangkan antivirus berbasis DNA. Sanofi sebelumnya berpengalaman dalam menguji vaksin SARS yang dekat dengan Covid-19. Proses uji coba mereka juga diperkirakan mulai bulan April.

6. Gimsilumab

Perusahaan farmasi Roivant Sciences mengembangkan vaksin bernama Gimsilumab yang menargetkan faktor stimulasi koloni makrofaga granulosit (GM-CSF) yang ditemukan dalam peredaran darah dan vaksin ini diharapkan dapat mengurangi kerusakan paru-paru serta mengurangi tingkat kematian pada pasien Covid-19.

7. AdCOVID

Perusahaan Altimmune bekerja sama dengan Universitas of Alabama di Birmingham menciptakan vaksin intranasal dosis tunggal untuk COVID-19 bernama AdCOVID. Perusahaan saat ini sedang melakukan studi lanjutan mengenai materi uji klinis fase satu mana yang akan dikembangkan.

8. INO-4800

Inovio Pharmaceuticals telah bekerja sama dengan Beijing Advaccine Biotechnology Company untuk memajukan pengembangan vaksin INO-4800, sebagai vaksin COVID-19. Perusahaan telah memulai pengujian pra-klinis untuk pembuatan produk klinisnya.

Inovio bertujuan untuk memproduksi satu juta dosis vaksin pada akhir tahun 2020 untuk melakukan uji klinis tambahan atau penggunaan darurat.

9. NP-120 (Ifenprodil)

Perusahaan Algernon Pharmaceuticals telah mengumumkan bahwa mereka sedang mengeksplorasi NP-120 (Ifenprodil) sebagai pengobatan potensial COVID-19. Dalam vaksin buatannya, ia memanfaatkan senyawa kimia Ifenprodil yang diklaim telah menunjukkan kemanjuran dalam meningkatkan ketahanan hidup pada tikus yang terinfeksi H5N1.

10. Avian Coronavirus Infectious Bronchitis Virus (IBV)

Lembaga Penelitian MIGAL di Israel mengumumkan bahwa vaksin Infectious Bronchitis Virus (IBV) yang dipakai untuk avian coronavirus atau coronavirus yang menginfeksi burung telah dimodifikasi untuk mengobati COVID-19. Vaksin ini telah menunjukkan kemanjuran dalam uji coba pra-klinis yang dilakukan oleh Volcani Institute.

BACA JUGA:

Lembaga ini sedang menjajaki mitra potensial untuk memproduksi vaksin dalam delapan hingga sepuluh minggu ke depan dan mendapatkan persetujuan keselamatan yang diperlukan untuk pengujian in-vivo.

11. TJM2

I-Mab Biopharma mengembangkan TJM2 sebagai antibodi penawar untuk pengobatan pada pasien yang menderita infeksi koronavirus parah. Obat ini menargetkan faktor stimulasi koloni makrofaga granulosit (GM-CSF) pada manusia, yang bertanggung jawab terhadap penyakit peradangan akut dan kronis.

Perusahaan akan memulai pengembangan setelah menerima persetujuan dari Obat Baru Investigatif (IND) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA).

12. Vaksin virus corona buatan Medicago

Perusahaan Medicago akan mengembangkan obat yang dapat melawan COVID-19 setelah mendapatkan molekul virus yang sangat mirip dari virus corona. Selain itu, perusahaan telah berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Penyakit Menular Universitas Laval untuk mengembangkan antibodi terhadap SARS-CoV-2. Kegiatan penelitian perusahaan sebagian didanai oleh Canadian Institutes for Health Research (CIHR).

13. AT-100

Airway Therapeutics sedang mengeksplorasi protein rekombinan manusia bernama AT-100 (rhSP-D) sebagai pengobatan untuk COVID-19. Perusahaan telah mengumumkan pengajuan dengan Respiratory Diseases Branch dari National Institutes of Health untuk mengevaluasi obat tersebut.

AT-100 diklaim telah menunjukkan kemanjuran dalam studi praklinis dalam mengurangi peradangan dan infeksi di paru-paru, sementara ia juga menghasilkan respons kekebalan terhadap berbagai penyakit pernapasan.

14. TZLS-501

Tiziana Life Sciences sedang mengembangkan antibodi monoklonal bernama TZLS-501 untuk pengobatan Covid-19. TZLS-501 merupakan reseptor interleukin-6 (IL-6R) manusia, yang membantu dalam mencegah kerusakan paru-paru dan peningkatan kadar IL-6. Obat ini bekerja dengan mengikat IL-6R dan menipiskan jumlah IL-6 yang bersirkulasi dalam tubuh sehingga mengurangi peradangan paru-paru kronis.

15. OYA1

Vaksin OYA1 buatan perusahaan OyaGen diklaim telah menunjukkan kemanjuran antivirus yang kuat terhadap COVID-19 yang ditercantum dalam esai laboratorium. Dikatakan bahwa OYA1 lebih efektif daripada chlorpromazine HCl dalam menghambat SARS-CoV-2 dari replikasi dalam kultur sel.

Sebelumnya, OYA1 sendiri telah disetujui sebagai obat oleh IND untuk mengobati kanker tetapi ditinggalkan karena kurang manjur. Maka dari itu, OyaGen berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang obat ini terhadap virus corona.

16. BPI-002

BPI-002 yang dikembangkan oleh perusahaan BeyondSpring merupakan molekul kecil yang diindikasikan dapat mengobati berbagai infeksi termasuk COVID-19. Ia memiliki kemampuan untuk mengaktifkan sel T helper CD4 + dan sel T sitotoksik CD8 + yang menghasilkan respons imun dalam tubuh.

Jika dikombinasikan dengan vaksin COVID-19 lainnya, obat ini diklaim memiliki kemampuan untuk menghasilkan perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus. BeyondSpring telah mengajukan perlindungan paten AS untuk hal ini.

17.Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 intranasal sedang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi yang berbasis di AS, Altimmune. Desain dan sintesis vaksin dengan dosis tunggal ini telah selesai, sementara pengujian pada hewan akan menyusul.

Vaksin coronavirus ini dikembangkan berdasarkan pada platform teknologi vaksin yang mirip dengan NasoVAX sebuah vaksin influenza yang dikembangkan juga oleh Altimmune.

18. APNO1

Calon obat yang dikembangkan oleh APEIRON Biologics bernama APN01 sedang diuji di China dalam uji coba percontohan fase satu sebagai pengobatan untuk COVID-19. APN01 didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor di Universitas British Columbia untuk merawat pasien SARS. Penelitian mengungkapkan bahwa protein ACE2 adalah reseptor utama untuk menangkal virus SARS.

Uji coba klinis akan menguji kemanjuran obat dalam mengurangi beban virus pada pasien. Data dari uji coba ini akan digunakan untuk menentukan apakah uji klinis tambahan diperlukan untuk dilakukan pada jumlah pasien yang lebih besar. (SM)

Sumber: CNBC/Katadata
* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*