Belva RuangGuru Mundur dari Stafsus Presiden, Netizen Ramai Berkomentar

Adamas Belva Syah Devara, CEO RuangGuru saat diumumkan menjadi Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo. (Ist.)
Adamas Belva Syah Devara, CEO RuangGuru saat diumumkan menjadi Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Nama Belva Devara berada di jajaran trending topic media sosial Twitter. Hal ini menyusul pengunduran diri bos Ruang Guru itu dari jabatannya sebagai salah satu Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial.

BACA JUGA:

Sejumlah warganet memuji tindakan Belva demi menghindari polemik terkait dugaan adanya konflik kepentingan. Konflik kepentingan itu terkait penunjukkan platform RuangGuru sebagai perusahaan rekanan pemerintah dalam program Kartu Pra Kerja.

Seorang netizen misalnya, memuji langkah Belva yang mengundurkan diri lantaran tidak ingin terus berada di pusaran polemik. Ia juga berharap, pemuda lulusan Harvard University dan Stanford University itu terus berdedikasi kepada bangsa dan negara.

“Langkah bagus, Belva! Kamu sudah menjadi orang besar sekarang dan mengundurkan diri dari jabatan Stafsus Presiden akan menjauhkanmu dari persoalan yang rumit. Terus mendidik bangsa kita dengan integritas yang kamu punya,” cuit seorang warganet.

Tapi ada pula netizen yang menilai, langkah Belva tak patut dipuji. Pasalnya, ia memutuskan berhenti menjadi Stafsus Presiden setelah perusahaannya mendapat proyek besar dalam program pelatihan Kartu Pra Kerja.

“abis startupnya dpt proyek pemerintah trs dia mundur dr stafsus dgn alasan menghindari polemik. Tp emang gimana pun langkah yg diambil, persepsi masyarakat ttp udah kesel aja ama ini org. Haha,” komentar warganet.

Nah, berikut beberapa komentar netizen terkait pengunduran diri Belva sebagai Stafsus Presiden Joko Widodo:

“Ada dua sisi, mundur setelah dapat Proyek itu hal yg membuat raung guru akan buruk predikatnya ya @AdamasBelva kalau Proyek 5.6T nya tidak ditolak dan dihentikan. Mundur nya Belva akan menjadi Polemik. Sebaik nya batalkan kontrak 5.6T kalau belva ingin menunjukan niat baiknya,” tulis seorang netizen.

“Di negara mana pun pejabat mundur dr jabatannya org2 pd respect. Ini belva mundur dr jabatannya masih aja di serang. Kenapa ga sekalian Ruang Guru juga ngundurin diri dari prakerja? Kata salah satu netizen. Berarti dia cuma mundur dr stafsus yg gajinya 51 jt doang dong drpd…..,” timpal yang lain.

“Anda tak bisa memegang dua posisi sebagai pejabat publik dan CEO perusahaan. Anda harus kehilangan salah satu. Jika tidak konflik kepentingan sangat potensial. Untuk keputusan ini, saya salut kepadamu Belva. Dan saya juga menunggu kebijakan dari stafsus lain,” ujar yang lain.

“Salute & big respect kepada mas @AdamasBelva yang sudah memberi contoh adab bernegara yang sangat baik dengan melepaskan jabatannya secara sukarela untuk menghindari conflict of interest. Ini adalah babak baru kedewasaan berdemokrasi, yang ditunjukkan justru oleh generasi muda,” tulis warganet lainnya.

“Belva Mundur? Saya sangat mengapresiasinya, karena memang bagus sekali dia mundur, milenial memberikan contoh kepada oligarki tentang adanya indikasi konflik kepentingan di dalam sistem pemerintahan itu ga baik, dan mungkin Belva sadar kalau stafsus milenial hanya jabatan gimmick,” cuit yang lain.

“Finally.. you can not hold 2 position as a public official and also CEO company. You have to lose one. If not, conflic of interest is very potential. For this decision, I respect you, Belva. And I’m also waiting for decicion from other stafsus,” kicau warganet lainnya.

“Hats off to Belva. Conflict of interest is wrong and he’s right to admit it and quit,” tulis netizen.

“Belva did the right thing, sure. But excuse me for not showering him with praise because he only did it after his startup signed a billion-rupiah partnership with the government. The issue with his conflict of interest was raised long before it, and he was well aware. Bye,” komentar lainnya.

“Saya rasa ini sudah benar. Belva punya kebesaran jiwa yang patut dipuji. Dan bisa kembali menekuni minatnya, membesarkan usahanya,” kicau seorang warganet.

“Hormat kita untuk Belva dari Ruang Guru. Membungkuk sedalam-dalamnya untuk sikap ksatria Person bowing deeplyWoman bowing deeply,” tulis yang lain.

“Dua berita penting hari ini: Jokowi resmi melarang mudik, dan Belva mundur dari stafsus. Both great news,” komentar lainnya.

“Belva mundur itu udah yang paling tepat sih. dia wise banget menurut gue tu. bisa fokus gedein ruang guru tanpa dianggap political bla bla bla,” kicau warganet.

Nah, kalau kamu komentar apa, Gaes! (yp)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*