Dapat Beasiswa ke Rusia itu Gampang, Lulusnya yang Sulit

Alumnus Program Master of Global Public Policy dari The Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration (RANEPA), Widya Priyahita Pudjibudojo (batik) di Rusia
Alumnus Program Master of Global Public Policy dari The Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration (RANEPA), Widya Priyahita Pudjibudojo (batik) di Rusia (KalderaNews/Dok.Pribadi)

JAKARTA, KalderaNews.com – Seberapa sulit sih mendapatkan beasiswa ke Rusia? Alumnus Program Master of Global Public Policy dari The Russian Presidential Academy of National Economy and Public Administration (RANEPA), Widya Priyahita Pudjibudojo menegaskan bahwa dapat beasiswa ke Rusia gampang, tetapi lulusnya yang sulit.

Meski boleh dikata beasiswa ke Rusia itu gampang, tapi semuanya tentu tidak instan. Menurutnya, perlu ada persiapan yang justru perlu dimulai sejak masih SMA. Persiapan seperti apa yang dimaksudkannya?

Karena dapat beasiswa itu sejatinya tidak instan dan perlu persiapan, sarannya, selama kuliah (S1) atau sejak di SMA perlu aktif di organisasi, aktif komunitas dan aktif bekerja secara profesional. Itu semua ada manfaatnya, misalkan IPK-nya yang dimiliki di bawah 3.0 maka bisa ditambal dengan prestasi lain.

BACA JUGA:

“Itu semua (pengalaman aktif di organisasi) membentuk CV yang bagus. Memang sih, bikin CV bisa cepat satu dua jam, tapi isi CV itu yang lama,” tegas alumnus SMA Negeri 5 Surabaya ini saat berbincang dengan KalderaNews.

Guyonan atau kelakar lulus kuliah di Rusia itu sulit, tentu terkait juga dengan bahasa yang memengaruhi lama kuliah di Rusia karena mayoritas program pendidikan di Rusia itu berbahasa Rusia, bahkan hingga 98%.

Makanya, masa studinya lebih panjang 1 (satu) tahun dibandingkan dengan yang umum. Misalkan S1 itu 4 tahun maka plus 1 tahun bahasa, sementara itu kalau S2 (Master) itu 2 tahun maka plus 1 tahun bahasa. Menariknya, khusus di Rusia, bukti kemahiran bahasa Inggris TOEFL atau IELTS tidak dibutuhkan.

Terkait beasiswa yang ditawarkan oleh Rusia, Widya menjelaskan ada 3 skema yang ditawarkan yakni: Pertama, beasiswa pemerintah Rusia yang seleksinya di Indonesia. Jadi, pelamar bersaing dengan mahasiswa dari Indonesia. Kedua, seleksi dunia dan bersaing dengan pelamar dari berbagai negara. Caranya langsung mendaftar ke kementerian di Rusia. Ketiga, bagi yang di Rusia ada beasiswa dari kampus. Caranya daftar langsung di kampus dan diseleksi. Tak hanya itu saja, pemerintah Rusia juga memberikan jatah beasiswa pada perkumpulan alumni Rusia. Tiap tahun ada 5. Alumni ini yang menyeleksi.

“Saya sendiri ikut yang beasiswa pemerintah Rusia yang seleksinya di Jakarta. Penyelenggaranya itu Pusat Kebudayaan Rusia di Menteng. Setiap tahun buka, tepatnya saat akhir tahun. Ada seleksi berkas, seleksi wawancara dan seleksi tulis dan yang dari luar Jawa bisa online,” pungkasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*