Waktu SMA Dia Pernah Tidak Lulus Pelajaran Kimia, tetapi Kelak Meraih Nobel Bidang Kimia. Siapa Dia?

Tomas Lindahl, pemenang Nobel bidang Kimia tahun 2015. (nobelprize.org)

JAKARTA, KalderaNews.com — Tomas Robert Lindahl memenangi hadiah Nobel untuk bidang Kimia tahun 2015. Ahli dan peneliti kanker warga negara Swedia itu memperoleh penghargaan itu bersama Paul L. Modrich dari Amerika Serikat dan Aziz Sancer dari warga negara Turki. Penelitian mereka berkaitan dengan metode perbaikan DNA secara mekanistik.

Siapa sangka, Tomas Lindahl sewaktu di SMA pernah tidak lulus pelajaran Kimia. Ini menjadikannya satu-satunya pemenang hadiah Nobel bidang Kimia yang pernah tidak lulus mata pelajaran Kimia.

Penyandang gelar PhD bidang kedokteran dari Karolinska Institute, Swedia ini menceritakan pengalaman kurang menyenangkan itu dalam sebuah pidato untuk menghormati kemenangannya, pada tahun 2015.

Dikisahkannya, sewaktu SMA, ia menempuh pendidikan SMA di sekolah bernama Gimnasium Bromma, di pinggir kota Stockholm. Sekolah itu, menurut dia, memiliki guru yang unggul di bidang Kimia, Biologi, Matematika dan Sastra.

Dalam biografi ringkasnya yang dimuat di laman resmi Komite Nobel Swedia, nobelprize.org, ia bahkan mengingat beberapa nama guru tersebut. Yakni Fredrik Ehrnst (guru Matematika), Karin Brandt (guru Kimia) dan Gustaf Iverus (kepala sekolah),

Namun di pertengahan tahun, keluarganya pindah ke pusat kota Stockholm. Akibatnya ia juga harus pindah dari sekolah itu.

“Ternyata ini menjadi bencana kecil. Saya tidak suka dengan guru-guru di sekolah yang baru, dan guru-gurunya juga tidak menyukai saya. Bahkan salah satu dari mereka tidak meluluskan saya di pelajaran Kimia,” kata Tomas.

“Ini sangat serius karena saya membutuhkan nilai bagus agar dapat melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran di Karolinska di Stockholm,” lanjut dia.

BACA JUGA:

Untungnya, kedua orang tua Tomas memahami masalah yang dihadapi putranya. Berkat bantuan mereka, Tomas dapat kembali menempuh pendidikan di sekolahnya yang lama.

“Secara khusus, saya mendapat bantuan yang menginspirasi dari seorang guru Kimia yang luar biasa. Namanya adalah Karin Brandt. Ibu Guru Brandt mendorong minat saya pada Kimia,” kata pria yang lahir di Stockholm, 28 Januari 1938 ini.

Tomas akhirnya berhasil memperoleh nilai yang baik dalam pelajaran Kimia. Dan dia pun diterima di Fakultas Kedokteran impiannya.

Pengalaman pribadinya itu dia ceritakan, kata Tomas, untuk menunjukkan betapa pentingnya peranan guru. “Mereka harus memiliki dukungan kuat dan antusias kepada kita, murid-muridnya,” kata dia.

Pengalaman serupa ia peroleh ketika kuliah. Ketika di tahun pertama kuliah, ia mulai menyadari bahwa kemungkinan dia tidak akan menjadi dokter yang andal, namun ia sangat tertarik pada bidang teori dan penelitian, khususnya dalam bidang Kimia Medis.

Dalam perjalanannya, ia melanjutkan studi pascasarjananya pada bidang kimia dan diajar oleh ahli kimia DNA yang legendaris, Einar Hammarsten. “Dia adalah ilmuwan pertama yang menunjukkan dalam karya awalnya bahwa DNA adalah molekul yang sangat besar, makromolekul, dan dia menciptakan aliran pemikiran Swedia di bidang ini,” kata Tomas.

“Secara pribadi, dia tak ubahnya seperti kucing, dengan matanya hijau yang tajam, dan benar-benar temperamental dan inspiratif.”

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*