#KemanaRektorUM Trending Topic, Warganet Tuntut Penghapusan UKT

Universitas Negeri Malang (UM)
Universitas Negeri Malang (UM) (KalderaNews/Ist)

MALANG, KalderaNews.com – Tagar #KemanaRektorUM trending topic pada Minggu, 31 Mei 2020 yang berisi tuntutan mahasiswa Universitas Negeri Malang terkait UKT.

Pantauan KalderaNews pada Minggu pukul 10.00 WIB menemukan tagar ini telah dikicaukan lebih dari 3.525 warganet dan menempati posisi trending topic.

BACA JUGA:

Isi tuntutan mahasiswa ada 4 hal yakni:

  1. Mendesak Universitas Negeri Malang untuk mempertegas kebijakan terkait penghapusan UKT kepada mahasiswa skripsi dan refund UKT kepada mahasiswa aktif non skripsi atau dalam bentuk Lain berupa keringanan biaya UKT pada semester selanjutnya
  2. Menuntut Universitas Negeri Malang agar membuat kebijakan yang jelas terkait penurunan UKT dan mengklarifikasi ketidaksesuaiannya dalam menentukan golongan UKT mahasiswa baru
  3. Menghapuskan pemungutan biaya diluar biaya UKT mahasiswa baik yang menyangkut kegiatan akademik secara langsung maupun tidak langsung
  4. Meminta pihak Universitas Negeri Malang untuk mengajukan usulan dan transparasi anggaran pendidikan tinggi dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi di Indonesia

Seperti apa reaksi dan kicauan warganet dengan tagar #KemanaRektorUM ini? Berikut ini beberapa cuitan warganet:

@riskiamallia_ “Jika diam bukan lagi emas, bersuaralah!”

@KrisnaThrie “Fasilitas praktek minim, cuma gedung dibesarin, UKT bayar gk boleh telat, Tapi ilmu yang disampaikan selalu telat

@maaaarahmaaaaa “Sudah ada di permen Dikti masih gak bergerak juga pak? Opo kudu di ceples ndisek ben bergerak? Koyok arek remaja dikon sholat gak budal” pdhl ws ono nang Al-quran

@TikaAgatha “Moral mahasiswanya rusak di suruh jaga nama baik, pelaku cuma di kasih pembinaan, trus UKT nya mahal tapi banyak ketimpangan sosial wahai bapak rektor uangnya di pakai buat beli spidol kah ? #KemanaRektorUM aslinya gk mau ikut2an ngetweet tp stlh dipikir2 perlu.”

@Fira_octfna “Katanya UM kampus Pendidikan tapi kenapa FIP ada yang ditempatkan di kampus 2 dan 3 pak ????? UKT kita sama-sama mahal tapi tidak pernah dapat fasilitas yang memadai. Khususnya kampus 2 dan 3.”

@abcdefgehaha “Kuliah bayar mahal, org tua kerja banting tulang, anaknya dirumah cuma bisa ngabisin kuota. Berusaha minta diskon UKT, eh Gak didengar. Sekarang malah gaada kabar.”

@Mafulaqa “Maap curhat nih pak, jangan diputer puter yaaa kalo minta bantuan dan jangan cuman di ghosting ajaaa.”

@Anitarach_ “Kadung ngmong ibuku skripsian gak bayar UKT lo pak!! Peh au ngko dikiro ngapusi!! Samean pokok sg kudu nanggung dusone karo disenengi wong tuaku!!

@BuanaAjii “Karena sesungguhnya kemoloran waktu penyelesaian skripsi bukan serta merta karena mahasiswanya. Kami bisa apa, kalau dosen pembimbing berkata “nanti saja”? #KemanaRektorUM @UM_1954 Wes mandek rong ulan, Pak. Coro bayi wes blajar murep

@kukuh_ginanjar “UKT larang fasilitas kurang, fakultasku gak duwe kantin! Cukup dekne ae Pak seng ilang njenengan mboten sah tumut-tumut.”

@Loey1207 “Cukup doi dan teman2 fake aja yang menghilang tanpa kabar, rektorku jangan

@jodommuu “Semua berhak bersuara. Semua berhak untuk menuntut. Jadi bagaimana jika baapk turunkan ukt, dan bapak juga buatkan kami para teknik kantin

@keleIawar “Gue bayar UKT 8jt untuk matakuliah skripsi doang, tapi bimbingan ga lancar sama sekali dan ga selesai di semester ini”

@chokicaca “Ada byk org tua gelisah dg keberlangsungan pendidikan tinggi anaknya. Raut putus asa seakan telah tergambar dari mereka. Tidak ada yg mau pandemi ini terjadi. Tidak ada yg mau mengemis seperti ini. Ukt memang kewajiban, tp mencari sesuap nasi pun kami tertatih.”

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*