Kisah Beno dari Pulau Terluar Pulau Enggano Berburu Sinyal Saat PPJ Online

Beno Falmon, Siswa SMA Sint Carolus Bengkulu, dari pulau terluar di Indonesia sedang belajar di balai desa
Beno Falmon, Siswa SMA Sint Carolus Bengkulu, dari pulau terluar di Indonesia sedang belajar di balai desa (KalderaNews/Dok. SMA Sint Carolus Bengkulu)

BENGKULU, KalderaNews.com – Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) dalam jaringan (daring) selama pandemi Covid-19 tak jarang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya mengakses informasi.

Seperti inilah kenyataan yang harus dialami Beno Falmon, siswa SMA Sint Carolus Bengkulu kelas XI IPS 2 yang berasal dari Pulau Enggano. Mau tahu pulau ini? Yup, Pulau Enggano adalah pulau yang terluar Indonesia yang terletak di Samudera Hindia.

Pulau Enggano merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Jarak Pulau Enggano dari Kota Bengkulu kurang lebih sekitar 156 km. Apabila menggunakan kapal perintis dapat ditempuh kurang lebih selama 8 jam dengan frekuensi pelayaran dua kali seminggu.

BACA JUGA:

Beno sendiri sekolah di Sint Carolus mulai dari SMP hingga sekarang di SMA. Beno adalah salah satu siswa yang berasal dari luar kota Bengkulu yang pulang ke daerah asal dari sekian banyak siswa rantau SMA Sint Carolus.

Sebagaimana disampaikan Guru SMA Sint Carolus Bengkulu, Rosalia Widi Lumantari, selama PJJ, Beno mengalami kendala sinyal yang berakibat lambatnya mengakses informasi dari guru. Akan tetapi, berkat dukungan dari guru terutama wali kelas dan orang tua, Beno tetap semangat dan berupaya mencari alternatif pemecahan masalah.

Salah satunya solusinya adalah dengan mendatangi Balai Desa setempat untuk numpang Wifi gratis. Berkat dukungan dari Kades setempat yang memberikan izin untuk mengakes Wifi di sana, Beno dapat mengikuti PJJ dengan baik mulai dari PJJ tahap 1 hingga UTS.

Namun setelah UTS selesai, Wifi Balai Desa di Enggano mengalami gangguan sehingga Beno tidak bisa mengikuti PJJ di Balai Desa lagi. Orangtua Beno segera menghubungi sekolah untuk menyampaikan masalah tersebut.

Wali kelas segera menindaklanjuti dan meminta kebijakan dan kelonggaran waktu dari guru mata pelajaran khusus untuk Beno. Guru mapel pun menggunakan media lain yang mungkin dapat diakses oleh Beno di sana dan memberikan kelonggaran waktu pengiriman tugas untuk Beno.

Siswa di SD Santo Yosef Lahat
SUSAH SINYAL: Hal serupa dialami peserta didik di SD Santo Yosef Lahat (KalderaNews/Dok. Yayasan Tarakanita)

Berkat dukungan dari pihak sekolah dan orangtua, Beno tetap dapat mengikuti PJJ walaupun agak sedikit tertinggal dari teman-temannya yang lain. Saat ini SMA Sint Carolus sedang melakukan Penilaian Akhir Tahun. Orangtua Beno mengirim Beno kembali ke kota Bengkulu agar dapat mengikuti PAT dengan baik tanpa terhambat masalah sinyal.

Perjuangan Beno sangat luar biasa selama pembelajaran jarak jauh ini. Dibanding dengan teman-teman lainnya yang ada di kota Bengkulu, Beno harus berupaya lebih keras dan mungkin lebih lama dalam mengikuti PJJ dan menyelesaikan tugas-tugasnya.

Semangat belajarnya yang tetap berkobar walaupun dalam masa sulit seperti ini dapat menjadi pelajaran yang bisa kita hidupi bersama. Pembelajaran jarak jauh akan menjadi sangat efektif bila terdapat seinergisitas yang baik dari seluruh elemen, mulai dari siswa, guru, orang tua, sekolah, dan juga pemerintah setempat.

Semoga pandemi ini segera berakhir dan Beno dapat belajar kembali bersama teman-temannya kembali di sekolah.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*