Obati Kekecewaan Siswa, SMAK PENABUR Jakarta Pilih Wisuda Secara Daring

Wisuda SMAK 4 PENABUR Jakarta yang dilakukan secara virtual (Dok. SMAK 4 PENABUR Jakarta)
Wisuda SMAK 4 PENABUR Jakarta yang dilakukan secara virtual (KalderaNews/ Dok. SMAK 4 PENABUR Jakarta)

JAKARTA , KalderaNews.com – Memasuki masa kelulusan siswa di jenjang SLTA di tengah pandemic Covid-19, SLTAK BPK PENABUR Jakarta selenggarakan wisuda kelulusan tahun 2020 secara online atau dalam jaringan (daring). Salah satu sekolah PENABUR yang menyelenggarakannya adalah SMAK 4 PENABUR Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2020.

Wisuda daring ini diselenggarakan sebagai cara sekolah mengobati rasa kecewa para siswa dan juga guru yang tidak bisa merasakan wisuda kelulusan secara langsung seperti tradisi yang dilakukan selama ini.

“Jadi wisuda dilakukan secara online, untuk mengobati rasa kekecewaan anak (siswa), guru, gitu kan. Karena memang kondisinya wisuda yang real wisuda itu kan memang ditiadakan,” ungkap Andrian selaku Kepala Sekolah SMAK 4 PENABUR Jakarta.

BACA JUGA:

Andrian menuturkan perbedaan pelaksanaan wisuda kali dengan yang sebelumnya selain dilakukan secara daring adalah tidak adanya penyerahan plakat serta medali secara langsung sebagai simbolisasi. Sebagai gantinya, simbolisasi dilakukan dengan mengumumkan bahwa para siswa kelas XII SMAK 4 PENABUR Jakarta lulus seratus persen.

“Kemarin, untuk simbolisnya adalah pembacaan bahwa mereka (siswa kelas XII) sudah lulus seratus persen, seperti itu.”

Mengingat wisuda merupakan momentum yang ditunggu-tunggu sebagian besar para siswa kelas XII, salah satu siswa mengungkapkan cukup kecewa karena wisuda dilakukan secara virtual.

“First impression saya dan teman-teman sebagai murid pastinya sedih dan cukup kecewa, mengingat biasanya wisuda merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu untuk kelas 12. Namun mengingat keadaan dan situasi yang memang mengharuskan kita untuk melaksanakan dengan cara yang seperti ini,” ujar Cliantha Vida, salah satu siswi SMAK 4 PENABUR Jakarta.

Namun siswi yang mendapat predikat sebagai siswi teladan ini juga menuturkan walau wisuda dilakukan secara virtual, acara ini cukup mengobati rasa rindu para siswa dengan para guru.

“Meskipun wisuda yang terlaksana sangat terbatas, hanya saling bertatap muka secara virtual, ini cukup mengobati rasa rindu kami dengan guru-guru. Ya wisuda online ini pastinya juga menjadi salah satu pengalaman yang unik untuk kita semua, saya sendiri bersyukur karena wisuda online kemarin boleh berjalan dengan cukup baik,” tutup Vida.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*