Serunya Bercengkerama di Pelataran Jam Gadang

Pelataran Jam Gadang menjadi ruang publik masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Mereka dapat bercengkerama, bersantai, berolahraga, bahkan membuat pertunjukan seni di pelataran tersebut. (KalderaNews/Arlicia)
Pelataran Jam Gadang menjadi ruang publik masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Mereka dapat bercengkerama, bersantai, berolahraga, bahkan membuat pertunjukan seni di pelataran tersebut. (KalderaNews/Arlicia)

BUKITTINGGI, KalderaNews – Tidak peduli pagi, siang ataupun malam, kawasan Jam Gadang selalu ramai oleh pengunjung. Landmark Kota Bukittinggi, Sumatra Barat itu selalu dipadati oleh masyarakat yang dengan seru bercengkerama sambil bersantai bersama teman atau keluarga.

Suasana sejuk pelataran Jam Gadang menemani aktivitas warga di sekitarnya. (KalderaNews/Arlicia)
Suasana sejuk pelataran Jam Gadang menemani aktivitas warga di sekitarnya. (KalderaNews/Arlicia)

Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat berolahraga atau sekadar nongkrong di ruang publik kebanggaan masyarakat Bukittinggi itu. Udaranya selalu sejuk karena adanya hembusan angin dari Pegunungan Barisan. Hal ini membuat kapan pun berada di sekitar Jam Gadang yang dalam bahasa Minangkabau berarti jam besar itu selalu menyegarkan.

BACA JUGA:

Musisi Kota Bukittinggi tampil untuk menghibur dan menemani para pengujung yang memadati pelataran Jam Gadang. (KalderaNews/Arlicia)
Musisi Kota Bukittinggi tampil untuk menghibur dan menemani para pengujung yang memadati pelataran Jam Gadang. (KalderaNews/Arlicia)

Sesekali ada para musisi yang menggelar alat-alat musiknya dan membuat pertunjukan kecil dengan menghadap ke arah Jam Gadang. Mereka menampilkan kepiawaiannya dalam mengolah suara dan memainkan alat musik di hadapan para pengunjung yang memadati Jam Gadang.

Tidak berisik, suara merdu para musisi justru menjadi harmoni bersama tiupan angin nan sejuk. Suasana pun menjadi nyaman terutama bagi pengunjung yang hanya ingin sejenak beristirahat atau leyeh-leyeh.

Penjaja keliling makanan ringan khas Kota Bukittinggi pun terlihat berlalu lalang menawarkan jajanan pada para pengunjung. Camilan mereka seperti Karupuak Kuah, Kipang Kacang, atau hanya minuman instan siap menemani kapan saja pengunjung mau untuk membelinya.

Saat malam, Jam Gadang akan terlihat lebih meriah dengan adanya air mancur yang bergerak seirama dengan pancaran lampu warna-warni. Beberapa acara pagelaran pun diperbolehkan untuk tampil di pelataran ikon Kota Bukittinggi itu.

Sayang, hadirnya pandemi Virus Corona di Indonesia kini merenggut keseruan warga berinteraksi di pelataran Jam Gadang. Kini, suasananya sepi menanti Virus Corona pergi. (AC)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*