Saintis Cantik Ini Kembangkan Alat Tes COVID-19 Praktis, Semudah Tes Kehamilan

Robbyn Anand, ahli Kimia dan asisten profesor di Iowa State University, mengembangkan alat pendeteksi COVID-19 yang praktis seperti alat tes kehamilan. (Iowa State University News Service)

JAKARTA, KalderaNews.com — Ahli kimia dari Iowa State University ini bernama Robbyn Anand. Ia kini sedang mengembangkan alat tes untuk mendeteksi infeksi coronavirus berupa alat tes kertas strip, seperti yang lazim dipakai dalam uji urin untuk pengetesan kehamilan.

Bila berhasil, temuan yang dikembangkannya akan membuat pendeteksian COVID-19 sangat praktis, dapat dilakukan di rumah. Robbyn Anand, asisten profesor kimia di Iowa State University, menjadi pemimpin proyek penelitian ini.

BACA JUGA:

Meskipun demikian, Anand menggarisbawahi bahwa alat yang dikembangkannya tidak sama persis dengan cara mengetes kehamilan. Agak sedikit lebih rumit.

Tes ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan protein coronavirus dalam sampel urin. Untuk melakukan itu, Anand mengatakan alat yang dia kembangkan harus 10 hingga 1.000 kali lebih sensitif daripada tes kehamilan.

Dilansir dari Iowa State University News Service, Anand dan mahasiswa yang bekerja dalam kelompok penelitiannya menggunakan medan listrik untuk meningkatkan sensitivitas tes. Ini adalah teknologi dan bidang studi yang Anand kenal baik. Itu disebut electrokinetics dan Anand telah bekerja di bidang ini sejak tahun 2004, memisahkan, mengisolasi dan memanipulasi partikel-partikel bermuatan.

Proyek COVID-19 yang diinisiasi Anand dikembangkan berdasarkan penelitian sebelumnya yang menggunakan medan listrik untuk membantu mendeteksi protein inflamasi untuk penyakit autoimun yang disebut sindrom Sjögren.

Proyek COVID didukung oleh hibah berjangka waktu satu tahun senilai $ 55.000 dari Research Corporation for Science Advancement yang berbasis di Tucson, Arizona. Ini adalah salah satu dari tujuh hibah yang diberikan kelompok tersebut dalam mendukung penelitian yang berkaitan dengan COVID-19.

Anand mengatakan teknologi pendeteksi protein “sedikit mirip bendungan. Ketika cairan mengalir melalui strip kertas, medan listrik mendukung molekul yang bermuatan – termasuk protein – sehingga garis uji pada kertas terpapar pada konsentrasi yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Keduanya membantu dengan sensitivitas tes. ”

Dia mengatakan pengujian dapat dilakukan dengan sampel urin atau ludah untuk menghasilkan jawaban ya atau tidak dengan cepat. Ia bisa dilakukan di rumah, di tempat kerja atau di ruang praktik dokter.

Alat tes memakai daya listrik yang kecil. Anand mengatakan kelompok risetnya telah mulai dengan memakai baterai 9-volt biasa. Dia mengatakan, proyek tersebut juga dapat mengeksplorasi uji daya dengan perangkat yang mirip dengan pengisi daya yang digunakan dengan beberapa sikat gigi listrik.

Anand mengatakan kelompok riset juga akan mengeksplorasi tes jenis kedua untuk COVID-19. Ini akan memakai kartu cetak 3-D, seperti tes swab hidung yang telah digunakan untuk mendeteksi coronavirus. Kartu tersebut akan lebih sensitif daripada yang saat ini digunakan dalam proses pengujian.

Dalam penelitian ini Anand dibantu mahasiswa doktoral di Iowa State University, yaitu Sommer Osman dan Kira Rahn. Keduanya mahasiswa doktoral di bidang Kimia. Juga dibantu oleh Dorian Twedt, seorang mahasiswa S1, yang berkontribusi pada pekerjaan awal yang mengarah pada proyek COVID-19.

Anand mengatakan dia optimis labnya dapat menggunakan medan listrik untuk mengembangkan tes COVID-19 yang lebih sensitif.

“Tapi bagaimana kita mengubahnya menjadi produk komersial? Kami membutuhkan tambahan kapasitas rekayasa untuk itu.”

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*