239 Ilmuwan Gugat WHO, Virus Corona Menyebar Lewat Udara

Developing economies in East Asia and the Pacific (EAP), recovering from trade tensions and struggling with COVID-19, now face the prospect of a global financial shock and recession
Developing economies in East Asia and the Pacific (EAP), recovering from trade tensions and struggling with COVID-19, now face the prospect of a global financial shock and recession (KalderaNews/JS de Britto)

COLORADO, KalderaNews.com – Anggapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) digugat 239 ilmuwan dari 32 negara setelah mereka ini menemukan bukti baru bahwa virus Corona ternyata bisa menyebar di udara menegasi anggapam lama WHO bahwa virus SARS-CoV-2 hanya menyebar lewat droplet atau percikan pernapasan yang keluar saat seseorang batuk atau bersin.

Para ilmuwan lintas negara ini membuktikan adanya partikel virus yang lebih kecil yang ada di udara dapat menginfeksi manusia sebagaimana telah diterbitkan di jurnal Clinical Infectious Diseases awal pekan ini.

BACA JUGA:

Para ilmuwan mengatakan lembaga-lembaga kesehatan dianggap masih abai pada tetesen kecil virus yang menyembur dari mulut kita lalu menjadi aerosol dan melayang di udara yang kemungkinan menjadi cara penularan Covid-19.

Selama ini WHO bersikukuh bahwa Covid-19 ditularkan melalui droplet atau cipratan dari orang yang batuk atau bersin yang tidak terlalu lama berada di udara, namun langsung jatuh ke permukaan.

“Mereka (WHO) tidak ingin berbicara tentang penularan melalui udara, karena itu akan membuat orang takut,” kata profesor kesehatan lingkungan di University of Maryland Donald Milton.

Seorang ahli kimia dari University of Colorado, Jose Jimenez, mendesak WHO mengonfirmasi bahwa virus Corona dapat menular melalui partikel-partikel kecil yang melayang di udara.

“Ini jelas bukan serangan terhadap WHO, ini merupakan debat ilmiah. Tetapi kami merasa kami harus mengumumkan kepada publik karena WHO menolak bukti ini,” kata Jimenez.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*